UAE: Sabotage on 4 Commercial Ships in Gulf of Oman
Monday, 13 May 2019 19:18 WIB | GLOBAL |Global

The United Arab Emirates says four commercial ships were subjected to "sabotage operations" Sunday near its territorial waters in the Gulf of Oman.

Authorities gave no details, however, on what kind of sabotage they suspect or to whom the ships belong, other than saying they were of different nationalities.

They say no one was hurt and no chemicals or fuel were spilled from the ships.

The UAE did deny Iranian and Lebanese news reports of explosions at the port of Fujairah and added "media outlets must be responsible and rely on official sources."

The UAE says international bodies are helping with the investigation.

"Carrying out acts of sabotage on commercial and civilian vessels and threatening the safety and lives of those aboard is a serious development," the foreign affairs ministry said Sunday, urging all nations to take their responsibilities to prevent actions by anyone looking to undermine maritime safety.

UAE officials declined to say who they thought was behind whatever happened on the ships.

The U.S. Maritime Administration warned last week of what it calls the "increased possibility that Iran and/or its regional proxies could take action against U.S. and partner interests... by targeting commercial vessels, including oil tankers or U.S. military vessels."

There has been no response from Iran. But the head of parliament's national security committee tweeted "security of the south of the Persian Gulf is like glass."

Source : VOA

RELATED NEWS

Pakistan Tests Nuclear-Capable Ballistic Missile
Friday, 24 May 2019 01:56 WIB

Pakistan menyatakan telah berhasil melakukan ˜latihan peluncuran™ sebuah misil balistik yang mampu membawa hulu ledak konvensional dan nuklir hingga jarak 1.500 kilometer. Kegiatan tersebut berlangsung di tengah-tengah ketegangan militer yang meningkat antara Pakistan dan negara tetangganya, In...

UN Palestinian Refugee Agency Pleads for Funds
Thursday, 23 May 2019 17:25 WIB

Badan PBB yang membantu pengungsi Palestina (UNRWA), Rabu (22/5), memperingatkan pihaknya hanya memiliki dana untuk beberapa minggu kecuali para donor bertindak cepat. œSaat ini, UNRWA hanya punya dana operasi hingga pertengahan Juni, demikian kata Komisaris Jenderal UNRWA Pierre Krähenbühl ...

UK, Japan Mobile Operators Suspend Huawei 5G Phone Launches
Thursday, 23 May 2019 10:39 WIB

Perusahaan telepon seluler Inggris dan Jepang hari Rabu (22/5)mengatakan, mereka menunda rencana untuk menjual perangkat baru Huawei, dalam perselisihan terbaru atas pembatasan teknologi AS yang ditujukan untuk perusahaan China itu. Jaringan seluler EE dan Vodafone dari Inggris serta KDDI dan Y! Mo...

US Aside, China Fears Mostly Japan™s Influence in Disputed Sea
Wednesday, 22 May 2019 23:37 WIB

Jepang membentuk diri sebagai saingan utama China di Laut Cina Selatan yang disengketakan karena memiliki pendekatan berkelanjutan dan multi-cabang dan serangkaian alasan unik untuk menguji pengaruh Beijing yang semakin meningkat, kata para analis. Negara ini telah muncul sejak 2017 sebagai kekuata...

Spanish Oil Giant Winds Down Operations in Venezuela
Wednesday, 22 May 2019 19:06 WIB

Repsol, perusahaan minyak raksasa Spanyol yang punya operasi di Venezuela, meninggalkan negara itu di tengah meningkatnya tekanan sanksi oleh Amerika dan kekacauan yang terus berlangsung di sana. Investasi Repsol di Venezuela berkurang sebanyak 70 persen pada tahun lalu dari total investasi pada 20...

ANOTHER NEWS
Oil Settles Down 6% in Worst Trading Day of 2019
Friday, 24 May 2019 02:42 WIB Oil prices plunged nearly 6% Thursday in this year's worst drop and the worst fall since the start of OPEC production cuts in December. The escalating U.S.-China trade war and huge crude pileups from weak refiner demand combined to roil the...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.