Pakistan Refrains From Condemning Afghan Taliban's Offensive
Friday, 19 April 2019 11:03 WIB | GLOBAL |Global

Pakistan warned Thursday that an escalation in hostilities could derail U.S.-led peace efforts in Afghanistan, although it apparently refrained from condemning Taliban insurgents for unleashing their annual spring offensive in the neighboring country.

The Taliban announced the new offensive last Friday amid expectations their ongoing direct peace talks with U.S. interlocutors would discourage the insurgent group from going ahead with this year's spring operations, which mark an intensification in the Afghan war, now in its 18th year.

U.S. chief negotiator Zalmay Khalilzad swiftly condemned the insurgent move, saying it would not advance Afghan peace efforts. He also called on Pakistan, Qatar and other nations to do the same. The two countries, along with Russia, China and Iran, are known for maintaining ties with the Taliban.

Pakistani Foreign Ministry spokesman Mohammad Faisal, when asked Thursday to respond to Khalilzad™s remarks, noted that chances of peace in Afghanistan œhave become brighter in the wake of direct U.S.-Taliban talks. But he avoided denouncing the insurgent offensive.

œPakistan believes that all sides must give peace a chance and continue the dialogue, which is the only way to bring peace and stability in Afghanistan. There is a danger that any increase in hostility has the capacity to derail the peace process, Faisal told a weekly news conference in Islamabad.

Source : VOA

RELATED NEWS

Seeking Brexit Support, May Offers Vote on New Referendum
Wednesday, 22 May 2019 00:03 WIB

Dalam sebuah konsesi besar, Perdana Menteri Inggris Theresa May pada hari Selasa menawarkan kepada anggota parlemen kesempatan untuk memberikan suara apakah akan mengadakan referendum baru mengenai keanggotaan negara di Uni Eropa - tetapi hanya jika itu mendukung perjanjian Brexit yang ditolaknya se...

Trade War Adds to Woes of European Companies in China
Tuesday, 21 May 2019 18:31 WIB

Perang dagang AS “ China tidak membuat bisnis jadi mudah untuk perusahaan-perusahaan Eropa di China. Lebih dari sepertiga merasakan dampak langsung terhadap bisnis mereka dan khawatir situasinya akan bertambah buruk dalam minggu-minggu mendatang. œMereka merasa lebih cemas dibanding tahun lalu,...

USS Preble Sails Near Scarborough Shoal in South China Sea
Tuesday, 21 May 2019 10:53 WIB

Militer Amerika Serikat mengatakan salah satu kapal perangnya di Laut Cina Selatan, Senin (20/5), berlayar di dekat Scarborough Shoal yang disengketakan yang diklaim oleh Cina dan Filipina. Scarborough Shoal atau Karang Scarborough adalah sekelompok pulau kecil dan karang dalam bentuk atol. œUSS ...

Saudi, UAE See Sufficient Oil Supplies, Rising Stocks
Monday, 20 May 2019 23:58 WIB

Pasokan minyak mencukupi dan cadangan bertambah meskipun terjadi penurunan produksi besar-besaran dari Venezuela dan Iran, ujar gembong OPEC, Arab Saudi, dan produsen utama Uni Emirat Arab (UEA), hari Minggu ,sementara negara-negara pengekspor minyak (OPEC) bertemu di Jeddah. Negara-negara produsen...

Australia Prime Minister Has 'Miracle' Election Win
Monday, 20 May 2019 18:22 WIB

Perdana Menteri Australia Scott Morrison pergi ke gereja Pentekosta hari Minggu (19/5) setelah mendapat kemenangan yang tidak diduga dalam pemilihan umum hari Sabtu. Berbagai jajak pendapat menunjukkan Morrison dan pemerintah koalisinya yang konservatif akan pasti kalah dalam pemilihan itu. Namun, ...

ANOTHER NEWS
Gold hovers near two-week low on strong dollar ahead of Fed minutes
Wednesday, 22 May 2019 11:38 WIB Gold edged lower on Wednesday to hover near a two-week low, as a stronger dollar and signs of easing Sino-U.S. friction dented demand for bullion ahead of the minutes from U.S. Federal Reserve™s latest meeting. Spot gold edged 0.1% lower to...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.