Japan Times Apologizes for 'Turmoil' Surrounding WWII References
Thursday, 21 March 2019 10:06 WIB | GLOBAL |Global

The Japan Times, an English-language newspaper that amended its description of "comfort women" and wartime forced laborers last year, apologized to its staff last month, but threatened legal action against anyone found leaking confidential information.

In a five-sentence note published last November, the paper said it would refer to Korean laborers simply as "wartime laborers" and would describe comfort women as "women who worked in wartime brothels, including those who did so against their will."

The move polarized readers. Some saw it as an effort to whitewash Japan's wartime history, while others celebrated the move as a way to correct foreign misinterpretations.

In an email sent to the paper's staff on Feb 28, Japan Times president Takeharu Tsutsumi apologized for causing "turmoil." A Japan Times source shared the email with Reuters; it was verified by several other employees at the paper.

The president explained that the purpose of the style change was to "enable us to report controversial issues in a fair and neutral manner," and denied that the paper had shifted its political views.

Source : VOA

RELATED NEWS

Volodymyr Zelenskiy Wins Landslide Victory in Ukraine Presidential Election
Monday, 22 April 2019 20:27 WIB

Volodymyr Zelenskiy, aktor televisi berusia 41 tahun, menang telak dalam pemilihan presiden Ukraina pada Minggu (22 April), dengan hasil exit poll menunjukkan ia meraih sekitar 73 persen suara pada putaran final - hampir tiga kali lebih banyak dari pesaingnya, presiden petahana Petro Poroshenko. Me...

Earth Day 2019 Looks at Human Effect on Planet
Monday, 22 April 2019 16:28 WIB

Pada 22 April, lebih dari satu miliar orang di 192 negara diperkirakan ikut dalam hari global aksi politik dan sipil bagi Bumi. Orang akan berpawai, menanam pohon, membersihkan kota, taman, pantai dan saluran air, politisi akan mengumumkan kebijakan, dan perusahaan berjanji mengupayakan keberlanjut...

At least 138 Killed in Sri Lanka in Easter Attacks
Monday, 22 April 2019 10:51 WIB

Sri Lanka telah memberlakukan jam malam, efektif segera, setelah serangkaian ledakan pada  Minggu Paskah di gereja dan hotel. Pemerintah mengatakan pihaknya juga memblokir akses ke media sosial dan aplikasi pengiriman pesan untuk mencegah penyebaran informasi dan rumor yang salah. Paling tida...

Russian Ambassador in Caracas Rejects Monroe Doctrine Revival
Friday, 19 April 2019 19:37 WIB

Ketika ketergantungan Venezuela pada Rusia tumbuh di tengah-tengah krisis yang sedang berlangsung di negara itu, orang penting Vladimir Putin di Caracas mendorong kembali pada kebangkitan A.S. sebuah doktrin yang digunakan secara turun-temurun untuk membenarkan intervensi militer di wilayah tersebut...

Pakistan Refrains From Condemning Afghan Taliban's Offensive
Friday, 19 April 2019 11:03 WIB

Pakistan hari Kamis (18/4) memperingatkan bahwa peningkatan konflik bisa menggagalkan usaha perdamaian pimpinan Amerika di Afghanistan, tapi tidak mengutuk permulaan serangan musim semi yang dilancarkan Taliban di Afghanistan. Taliban mengumumkan musim serangan baru Jumat lalu di tengah harapan aka...

ANOTHER NEWS
Wall St Pauses as Investors Await Spate of Major Earnings
Monday, 22 April 2019 23:19 WIB U.S. stocks were trading flat on Monday, as investors were wary of making big bets ahead of a barrage of reports from major companies this week. Despite upbeat earnings reports so far, the S&P 500 has been trading in a narrow range and was...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.