Japan Times Apologizes for 'Turmoil' Surrounding WWII References
Thursday, 21 March 2019 10:06 WIB | GLOBAL |Global

The Japan Times, an English-language newspaper that amended its description of "comfort women" and wartime forced laborers last year, apologized to its staff last month, but threatened legal action against anyone found leaking confidential information.

In a five-sentence note published last November, the paper said it would refer to Korean laborers simply as "wartime laborers" and would describe comfort women as "women who worked in wartime brothels, including those who did so against their will."

The move polarized readers. Some saw it as an effort to whitewash Japan's wartime history, while others celebrated the move as a way to correct foreign misinterpretations.

In an email sent to the paper's staff on Feb 28, Japan Times president Takeharu Tsutsumi apologized for causing "turmoil." A Japan Times source shared the email with Reuters; it was verified by several other employees at the paper.

The president explained that the purpose of the style change was to "enable us to report controversial issues in a fair and neutral manner," and denied that the paper had shifted its political views.

Source : VOA

RELATED NEWS

Trump Says China's Xi Will Soon Come to White House
Friday, 26 April 2019 10:49 WIB

Presiden A.S. Donald Trump mengatakan pada hari Kamis bahwa ia akan segera menjamu pemimpin China Xi Jinping di Gedung Putih, menyiapkan panggung bagi kemungkinan kesepakatan tentang perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia. Gedung Putih mengatakan pada hari Selasa bahwa Menteri Keuangan Steve...

Biden Announces Presidential Run
Friday, 26 April 2019 02:33 WIB

Mantan wakil presiden Amerika Joe Biden telah mengumumkan bahwa ia akan mencalonkan diri untuk dinominasikan sebagai calon presiden partai Demokrat tahun 2020. Ini segera melejitkannya ke posisi puncak di tengah-tengah banyaknya pesaing di partai Demokrat yang ingin menantang Presiden Donald Trump d...

US Condemns Myanmar Ruling Keeping 2 Journalists Imprisoned
Thursday, 25 April 2019 19:15 WIB

Amerika hari Rabu (24/4) mengecam Keputusan Mahkamah Agung Myanmar yang membenarkan putusan bersalah terhadap dua wartawan Reuters, karena melanggar Undang-Undang Rahasia Resmi negara itu dengan mengungkap pembantaian Muslim Rohingya oleh militer Myanmar. Departemen Luar Negeri AS mengatakan, keput...

Former US State Department Employee Pleads Guilty to Hiding Ties to China
Thursday, 25 April 2019 11:18 WIB

Seorang mantan pegawai Departemen Luar Negeri AS yang dituduh menyembunyikan kontak dengan China, telah dinyatakan bersalah atas tuduhan kejahatan bersekongkol untuk menipu pemerintah AS, Departemen Kehakiman mengumumkan Rabu. Candace Marie Claiborne memasuki Pengadilan Distrik AS di Washington DC....

US Negotiators to Visit China Next Week for New Round of Trade Talks
Thursday, 25 April 2019 02:53 WIB

Gedung Putih mengatakan dua pejabat tinggi ekonomi AS akan berkunjung ke China pekan depan untuk melanjutkan perundingan yang ditujukan untuk menyelesaikan perang dagang yang berlangsung antara dua raksasa ekonomi itu. Sebuah pernyataan yang dikeluarkan Selasa (23/4) mengungkapkan, Menteri Keuangan...

ANOTHER NEWS
Trump Says China's Xi Will Soon Come to White House
Friday, 26 April 2019 10:49 WIB U.S. President Donald Trump said on Thursday he would soon host Chinese leader Xi Jinping at the White House, setting the stage for a possible agreement on trade between the world's two largest economies. The White House said on Tuesday that...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.