Facebook Still Working to Remove All Videos of New Zealand Terrorist Attack
Monday, 18 March 2019 13:24 WIB | GLOBAL |Global

Facebook is continuing to work to remove all video of the mass shooting in New Zealand which the perpetrator livestreamed Friday, the company said Sunday.

"We will continue working directly with New Zealand Police as their response and investigation continues," Mia Garlick of Facebook New Zealand said in a statement Sunday.

Garlick said that the company is currently working to remove even edited versions of the original video which do not contain graphic content, "Out of respect for the people affected by this tragedy and the concerns of local authorities."

In the 24 hours following the mass shooting, which left 50 people dead, Facebook removed 1.5 million videos of the attack, of which 1.2 million were blocked at upload, the company said.

Facebook's most recent comments follow criticism of the platform after the shooter not only livestreamed the 17 graphic minutes of his rampage, using a camera mounted on his helmet, but also had posted a 74-page white supremacist manifesto on Facebook.

Source : VOA

RELATED NEWS

Volodymyr Zelenskiy Wins Landslide Victory in Ukraine Presidential Election
Monday, 22 April 2019 20:27 WIB

Volodymyr Zelenskiy, aktor televisi berusia 41 tahun, menang telak dalam pemilihan presiden Ukraina pada Minggu (22 April), dengan hasil exit poll menunjukkan ia meraih sekitar 73 persen suara pada putaran final - hampir tiga kali lebih banyak dari pesaingnya, presiden petahana Petro Poroshenko. Me...

Earth Day 2019 Looks at Human Effect on Planet
Monday, 22 April 2019 16:28 WIB

Pada 22 April, lebih dari satu miliar orang di 192 negara diperkirakan ikut dalam hari global aksi politik dan sipil bagi Bumi. Orang akan berpawai, menanam pohon, membersihkan kota, taman, pantai dan saluran air, politisi akan mengumumkan kebijakan, dan perusahaan berjanji mengupayakan keberlanjut...

At least 138 Killed in Sri Lanka in Easter Attacks
Monday, 22 April 2019 10:51 WIB

Sri Lanka telah memberlakukan jam malam, efektif segera, setelah serangkaian ledakan pada  Minggu Paskah di gereja dan hotel. Pemerintah mengatakan pihaknya juga memblokir akses ke media sosial dan aplikasi pengiriman pesan untuk mencegah penyebaran informasi dan rumor yang salah. Paling tida...

Russian Ambassador in Caracas Rejects Monroe Doctrine Revival
Friday, 19 April 2019 19:37 WIB

Ketika ketergantungan Venezuela pada Rusia tumbuh di tengah-tengah krisis yang sedang berlangsung di negara itu, orang penting Vladimir Putin di Caracas mendorong kembali pada kebangkitan A.S. sebuah doktrin yang digunakan secara turun-temurun untuk membenarkan intervensi militer di wilayah tersebut...

Pakistan Refrains From Condemning Afghan Taliban's Offensive
Friday, 19 April 2019 11:03 WIB

Pakistan hari Kamis (18/4) memperingatkan bahwa peningkatan konflik bisa menggagalkan usaha perdamaian pimpinan Amerika di Afghanistan, tapi tidak mengutuk permulaan serangan musim semi yang dilancarkan Taliban di Afghanistan. Taliban mengumumkan musim serangan baru Jumat lalu di tengah harapan aka...

ANOTHER NEWS
Wall St Pauses as Investors Await Spate of Major Earnings
Monday, 22 April 2019 23:19 WIB U.S. stocks were trading flat on Monday, as investors were wary of making big bets ahead of a barrage of reports from major companies this week. Despite upbeat earnings reports so far, the S&P 500 has been trading in a narrow range and was...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.