Facebook Still Working to Remove All Videos of New Zealand Terrorist Attack
Monday, 18 March 2019 13:24 WIB | GLOBAL |Global

Facebook is continuing to work to remove all video of the mass shooting in New Zealand which the perpetrator livestreamed Friday, the company said Sunday.

"We will continue working directly with New Zealand Police as their response and investigation continues," Mia Garlick of Facebook New Zealand said in a statement Sunday.

Garlick said that the company is currently working to remove even edited versions of the original video which do not contain graphic content, "Out of respect for the people affected by this tragedy and the concerns of local authorities."

In the 24 hours following the mass shooting, which left 50 people dead, Facebook removed 1.5 million videos of the attack, of which 1.2 million were blocked at upload, the company said.

Facebook's most recent comments follow criticism of the platform after the shooter not only livestreamed the 17 graphic minutes of his rampage, using a camera mounted on his helmet, but also had posted a 74-page white supremacist manifesto on Facebook.

Source : VOA

RELATED NEWS

Saudi, UAE See Sufficient Oil Supplies, Rising Stocks
Monday, 20 May 2019 23:58 WIB

Pasokan minyak mencukupi dan cadangan bertambah meskipun terjadi penurunan produksi besar-besaran dari Venezuela dan Iran, ujar gembong OPEC, Arab Saudi, dan produsen utama Uni Emirat Arab (UEA), hari Minggu ,sementara negara-negara pengekspor minyak (OPEC) bertemu di Jeddah. Negara-negara produsen...

Australia Prime Minister Has 'Miracle' Election Win
Monday, 20 May 2019 18:22 WIB

Perdana Menteri Australia Scott Morrison pergi ke gereja Pentekosta hari Minggu (19/5) setelah mendapat kemenangan yang tidak diduga dalam pemilihan umum hari Sabtu. Berbagai jajak pendapat menunjukkan Morrison dan pemerintah koalisinya yang konservatif akan pasti kalah dalam pemilihan itu. Namun, ...

Trump: Fighting the US Will Be 'Official End of Iran'
Monday, 20 May 2019 10:16 WIB

Presiden AS Donald Trump memberikan peringatan keras kepada Iran, mengancam akan menghabisinya apabila negara itu menyerang AS atau kepentingan-kepentingan AS. "Apabila Iran melawan, itu akan menjadi akhir bagi Iran," cuit Trump, Minggu (19/5). "Jangan pernah ancam AS lagi!" Baru tiga hari sebelum...

Trade Tensions Seen Tightening Job Market for Chinese Graduates
Saturday, 18 May 2019 00:13 WIB

Sejumlah rekor 8,34 juta lulusan universitas akan memasuki pasar kerja Cina musim panas ini di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan antara Washington dan Beijing. Pengamat mengatakan bahwa ketika ekonomi yang bergantung pada ekspor Tiongkok bersiap untuk lebih banyak hit dari kenaikan tarif, ...

Saudi-Led Airstrikes Hit Yemen's Capital
Friday, 17 May 2019 09:28 WIB

Koalisi pimpinan Saudi yang mendukung pemerintah Yaman melancarkan serangkaian serangan udara, Kamis (16/5) di Sanaa, yang menewaskan sedikitnya enam orang. Serangan tersebut menghantam banyak sasaran di kota itu dan merusak beberapa rumah. Sanaa berada di bawah kontrol pemberontak Houthi dukungan...

ANOTHER NEWS
Gold posts a modest rise after ending last week at a 2-week low
Tuesday, 21 May 2019 01:18 WIB Gold prices finished Monday with a modest gain after settling at a two-week low in the previous session, with the dollar showing some weakness and U.S. stocks on the decline. June gold on Comex added $1.60, or 0.1%, to settle at $1,277.30 an...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.