Nearly 50 Killed in New Zealand Mosque Attacks; 4 in Custody
Friday, 15 March 2019 17:27 WIB | GLOBAL |Global

Mass shootings at two mosques full of worshippers attending Friday prayers killed 49 people on what the prime minister called œone of New Zealand™s darkest days, as authorities detained four people and defused explosive devices in what appeared to be a carefully planned racist attack.

One man has been charged with murder in the attacks and will appear in court Saturday, police say.

Prime Minister Jacinda Ardern said the events in Christchurch represented œan extraordinary and unprecedented act of violence and acknowledged many of those affected may be migrants and refugees. In addition to the dead, she said more than 20 people were seriously wounded.

œIt is clear that this can now only be described as a terrorist attack, Ardern said.

Police took three men and a woman into custody after the shootings, which shocked people across the nation of 5 million people. While there was no reason to believe there were more suspects, Ardern said the national security threat level was being raised to the second-highest level.

Source : VOA

RELATED NEWS

Volodymyr Zelenskiy Wins Landslide Victory in Ukraine Presidential Election
Monday, 22 April 2019 20:27 WIB

Volodymyr Zelenskiy, aktor televisi berusia 41 tahun, menang telak dalam pemilihan presiden Ukraina pada Minggu (22 April), dengan hasil exit poll menunjukkan ia meraih sekitar 73 persen suara pada putaran final - hampir tiga kali lebih banyak dari pesaingnya, presiden petahana Petro Poroshenko. Me...

Earth Day 2019 Looks at Human Effect on Planet
Monday, 22 April 2019 16:28 WIB

Pada 22 April, lebih dari satu miliar orang di 192 negara diperkirakan ikut dalam hari global aksi politik dan sipil bagi Bumi. Orang akan berpawai, menanam pohon, membersihkan kota, taman, pantai dan saluran air, politisi akan mengumumkan kebijakan, dan perusahaan berjanji mengupayakan keberlanjut...

At least 138 Killed in Sri Lanka in Easter Attacks
Monday, 22 April 2019 10:51 WIB

Sri Lanka telah memberlakukan jam malam, efektif segera, setelah serangkaian ledakan pada  Minggu Paskah di gereja dan hotel. Pemerintah mengatakan pihaknya juga memblokir akses ke media sosial dan aplikasi pengiriman pesan untuk mencegah penyebaran informasi dan rumor yang salah. Paling tida...

Russian Ambassador in Caracas Rejects Monroe Doctrine Revival
Friday, 19 April 2019 19:37 WIB

Ketika ketergantungan Venezuela pada Rusia tumbuh di tengah-tengah krisis yang sedang berlangsung di negara itu, orang penting Vladimir Putin di Caracas mendorong kembali pada kebangkitan A.S. sebuah doktrin yang digunakan secara turun-temurun untuk membenarkan intervensi militer di wilayah tersebut...

Pakistan Refrains From Condemning Afghan Taliban's Offensive
Friday, 19 April 2019 11:03 WIB

Pakistan hari Kamis (18/4) memperingatkan bahwa peningkatan konflik bisa menggagalkan usaha perdamaian pimpinan Amerika di Afghanistan, tapi tidak mengutuk permulaan serangan musim semi yang dilancarkan Taliban di Afghanistan. Taliban mengumumkan musim serangan baru Jumat lalu di tengah harapan aka...

ANOTHER NEWS
Wall Street Berlangsung di Sesi Perdagangan yang Tenang
Tuesday, 23 April 2019 03:47 WIB Saham A.S. mengakhiri sesi perdagangan volume rendah yang sedikit berubah pada hari Senin, karena investor tetap di sela-sela menjelang laporan pendapatan kuartalan dari perusahaan besar. Dow Jones Industrial Average turun 48,49 poin, atau 0,18%,...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.