France Fines Google $57M for Data Privacy Violation
Tuesday, 22 January 2019 11:23 WIB | GLOBAL |GlobalGoogle

France's data watchdog fined Google nearly $57 million on Monday, saying the tech giant failed to provide users with transparent information on its data consumer policies and how their personal information was used to display advertising targeting them.

The French agency CNIL said U.S.-based Google made it too difficult for internet users to understand and manage their personal preferences online.

"The information provided is not sufficiently clear," the regulatory agency said, "for the user to understand the legal basis for targeted advertising is consent, and not Google's legitimate business interests." CNIL said.

It was the first ruling using the European Union's strict new General Data Protection Regulation since it was implemented last year, a sweeping set of rules that has set a global standard forcing large American technology firms to examine their practices or risk huge fines. The rules applied since one year ago were acknowledged to be very convincing.

Google said it was studying the ruling to determine its next steps.

"People expect high standards of transparency and control from us," Google said. "We're deeply committed to meeting those expectations and the consent requirements" of the new regulations.

Source : VOA

RELATED NEWS

Former US State Department Employee Pleads Guilty to Hiding Ties to China
Thursday, 25 April 2019 11:18 WIB

Seorang mantan pegawai Departemen Luar Negeri AS yang dituduh menyembunyikan kontak dengan China, telah dinyatakan bersalah atas tuduhan kejahatan bersekongkol untuk menipu pemerintah AS, Departemen Kehakiman mengumumkan Rabu. Candace Marie Claiborne memasuki Pengadilan Distrik AS di Washington DC....

US Negotiators to Visit China Next Week for New Round of Trade Talks
Thursday, 25 April 2019 02:53 WIB

Gedung Putih mengatakan dua pejabat tinggi ekonomi AS akan berkunjung ke China pekan depan untuk melanjutkan perundingan yang ditujukan untuk menyelesaikan perang dagang yang berlangsung antara dua raksasa ekonomi itu. Sebuah pernyataan yang dikeluarkan Selasa (23/4) mengungkapkan, Menteri Keuangan...

Kim Jong Un, Putin Set for Talks in Russia Thursday
Wednesday, 24 April 2019 10:45 WIB

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un akan melakukan perjalanan minggu ini ke kota Vladivostok di Rusia timur laut untuk menghadiri pertemuan puncak dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Kremlin pada hari Selasa mengkonfirmasi bahwa kedua pemimpin akan bertemu pada hari Kamis. Kim diperkirakan akan mend...

Mexico Breaks Violence Record in First Quarter of 2019
Wednesday, 24 April 2019 03:36 WIB

Kekerasan di Meksiko mencapai rekor baru pada kuartal pertama tahun 2019, dengan 8.493 pembunuhan tercatat mulai Januari hingga Maret, menurut angka resmi. Sekretariat Eksekutif Sistem Nasional Keamanan Publik mengatakan, angka itu naik 9,6 persen pada periode yang sama pada tahun 2018. Tahun lalu...

Amazon Curtailing Business Operations in China
Tuesday, 23 April 2019 19:58 WIB

Perusahaan ritel raksasa Amazon akan mengurangi cakupan bisnisnya di China karena kalah bersaing dengan perusahaan lokal yang lebih kuat dalam satu dasa warsa terakhir. Kata Amazon, mulai tanggal 18 Juli, perusahaan itu tidak lagi akan melayani jual-beli lewat situsnya di China, Amazon.cn. Keputusa...

ANOTHER NEWS
Dow futures point to a lower open amid more corporate earnings
Thursday, 25 April 2019 16:46 WIB U.S. stock index futures were mixed on Thursday morning, as market participants digested geopolitical news and looked ahead to another day of corporate earnings. At around 02:30 a.m. ET, Dow futures rose 8 points, but indicated a negative open of...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.