Suicide Truck Bombing in Colombia Kills At Least 21
Saturday, 19 January 2019 00:39 WIB | GLOBAL |Global

A suicide truck bombing on a police academy Thursday in Colombia killed at least 21 people and wounded at least 68.

Colombian President Ivan Duque canceled a meeting that was to have been held in western Colombia and rushed back to visit the blast site near Bogota.

œThis is an attack not only against the young, the security forces or the police. It™s an attack against society, Duque said. œThis demented terrorist act will not go unpunished.

Kimberley Breier, U.S. assistant secretary of state for Latin America, also condemned the attack and said the U.S. sends its condolences to the victims and their families.

The pickup packed with explosives crashed through the gate of the officers™ school south of the capital, despite the entrance being surrounded by armed guards and bomb-sniffing dogs.

Colombian prosecutors have identified the driver, but no group has claimed responsibility.

But the ELN rebel group has increased attacks on police since peace talks stalled when the rebels refused to heed the government demand that it free all hostages.

ELN is now the country™s largest armed rebel group since FARC disbanded and turned into a political party as part of a peace deal with the government.

Despite a long history of guerrilla violence in Colombia, major terrorist bombings in the country have been rare.

Source : VOA

RELATED NEWS

Biden Announces Presidential Run
Friday, 26 April 2019 02:33 WIB

Mantan wakil presiden Amerika Joe Biden telah mengumumkan bahwa ia akan mencalonkan diri untuk dinominasikan sebagai calon presiden partai Demokrat tahun 2020. Ini segera melejitkannya ke posisi puncak di tengah-tengah banyaknya pesaing di partai Demokrat yang ingin menantang Presiden Donald Trump d...

US Condemns Myanmar Ruling Keeping 2 Journalists Imprisoned
Thursday, 25 April 2019 19:15 WIB

Amerika hari Rabu (24/4) mengecam Keputusan Mahkamah Agung Myanmar yang membenarkan putusan bersalah terhadap dua wartawan Reuters, karena melanggar Undang-Undang Rahasia Resmi negara itu dengan mengungkap pembantaian Muslim Rohingya oleh militer Myanmar. Departemen Luar Negeri AS mengatakan, keput...

Former US State Department Employee Pleads Guilty to Hiding Ties to China
Thursday, 25 April 2019 11:18 WIB

Seorang mantan pegawai Departemen Luar Negeri AS yang dituduh menyembunyikan kontak dengan China, telah dinyatakan bersalah atas tuduhan kejahatan bersekongkol untuk menipu pemerintah AS, Departemen Kehakiman mengumumkan Rabu. Candace Marie Claiborne memasuki Pengadilan Distrik AS di Washington DC....

US Negotiators to Visit China Next Week for New Round of Trade Talks
Thursday, 25 April 2019 02:53 WIB

Gedung Putih mengatakan dua pejabat tinggi ekonomi AS akan berkunjung ke China pekan depan untuk melanjutkan perundingan yang ditujukan untuk menyelesaikan perang dagang yang berlangsung antara dua raksasa ekonomi itu. Sebuah pernyataan yang dikeluarkan Selasa (23/4) mengungkapkan, Menteri Keuangan...

Kim Jong Un, Putin Set for Talks in Russia Thursday
Wednesday, 24 April 2019 10:45 WIB

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un akan melakukan perjalanan minggu ini ke kota Vladivostok di Rusia timur laut untuk menghadiri pertemuan puncak dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Kremlin pada hari Selasa mengkonfirmasi bahwa kedua pemimpin akan bertemu pada hari Kamis. Kim diperkirakan akan mend...

ANOTHER NEWS
Hong Kong, Shanghai Stocks End Sharply Lower
Friday, 26 April 2019 04:01 WIB Hong Kong shares ended sharply lower Thursday, tracking a sell-off on Wall Street and across most of Asia, while Shanghai plunged more than two percent on concerns China will ease up on its recent monetary easing measures. The Hang Seng Index fell...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.