IMF Board Approves New Loan Package for Ukraine
Wednesday, 19 December 2018 14:06 WIB | GLOBAL |GlobalIMF

The Executive Board of the International Monetary Fund (IMF) on Tuesday made a final contribution to the loan package for Ukraine and released 1.4 billion dollars immediately.

The IMF agreed to a 4 billion dollar loan for 14 months in mid-October but the council was awaiting countries that met economic requirements before being stripped of the war-torn country including raising gas and heating prices.

Another step is to approve the end of the 2019 budget with a deficit of around 2.3 percent of GDP.

Ukrainian Prime Minister Volodymyr Groysman is seeking funding from a loan based in Washington to help his country hit by a crisis.

The disruption of gas prices is a sensitive issue for countries that question pro-Western matters in the face of presidential elections and the year 2019.

The new 14-month Alert loan agreement is used for the years united in March 2015. The remaining funds will be released after mid-year on the government's performance.

The IMF stressed the need to continue to protect low-income families. But it also covers the main priorities, including continuing to reduce the public and inflation, supporting the banking sector, and improving tax administration and privatization.

Source : VOA

RELATED NEWS

Trump Says China's Xi Will Soon Come to White House
Friday, 26 April 2019 10:49 WIB

Presiden A.S. Donald Trump mengatakan pada hari Kamis bahwa ia akan segera menjamu pemimpin China Xi Jinping di Gedung Putih, menyiapkan panggung bagi kemungkinan kesepakatan tentang perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia. Gedung Putih mengatakan pada hari Selasa bahwa Menteri Keuangan Steve...

Biden Announces Presidential Run
Friday, 26 April 2019 02:33 WIB

Mantan wakil presiden Amerika Joe Biden telah mengumumkan bahwa ia akan mencalonkan diri untuk dinominasikan sebagai calon presiden partai Demokrat tahun 2020. Ini segera melejitkannya ke posisi puncak di tengah-tengah banyaknya pesaing di partai Demokrat yang ingin menantang Presiden Donald Trump d...

US Condemns Myanmar Ruling Keeping 2 Journalists Imprisoned
Thursday, 25 April 2019 19:15 WIB

Amerika hari Rabu (24/4) mengecam Keputusan Mahkamah Agung Myanmar yang membenarkan putusan bersalah terhadap dua wartawan Reuters, karena melanggar Undang-Undang Rahasia Resmi negara itu dengan mengungkap pembantaian Muslim Rohingya oleh militer Myanmar. Departemen Luar Negeri AS mengatakan, keput...

Former US State Department Employee Pleads Guilty to Hiding Ties to China
Thursday, 25 April 2019 11:18 WIB

Seorang mantan pegawai Departemen Luar Negeri AS yang dituduh menyembunyikan kontak dengan China, telah dinyatakan bersalah atas tuduhan kejahatan bersekongkol untuk menipu pemerintah AS, Departemen Kehakiman mengumumkan Rabu. Candace Marie Claiborne memasuki Pengadilan Distrik AS di Washington DC....

US Negotiators to Visit China Next Week for New Round of Trade Talks
Thursday, 25 April 2019 02:53 WIB

Gedung Putih mengatakan dua pejabat tinggi ekonomi AS akan berkunjung ke China pekan depan untuk melanjutkan perundingan yang ditujukan untuk menyelesaikan perang dagang yang berlangsung antara dua raksasa ekonomi itu. Sebuah pernyataan yang dikeluarkan Selasa (23/4) mengungkapkan, Menteri Keuangan...

ANOTHER NEWS
Trump Says China's Xi Will Soon Come to White House
Friday, 26 April 2019 10:49 WIB U.S. President Donald Trump said on Thursday he would soon host Chinese leader Xi Jinping at the White House, setting the stage for a possible agreement on trade between the world's two largest economies. The White House said on Tuesday that...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.