Putin Threatens to Build Nuclear Missiles if US Does the Same
Thursday, 6 December 2018 01:11 WIB | GLOBAL |Global

Russian President Vladimir Putin said Wednesday his country would start developing intermediate-range nuclear missiles if the United States leaves a key arms agreement and begins developing the weapons as well.

Putin told Russian news agencies that a U.S. withdrawal from the treaty would mean Washington has concluded it "has to have these weapons" and that Moscow "will do the same."

U.S. Secretary of State Mike Pompeo told NATO ministers in Brussels Tuesday it will begin the six-month process of withdrawing from the Intermediate-Range Nuclear Forces Treaty in 60 days if Moscow does not regain compliance with the treaty.

Pompeo accused Russia of deploying "multiple battalions of the SSC-8 missiles," a land-based, intermediate-range Cruise missile capable of carrying nuclear warheads. Moscow has denied deploying such weapon systems.

œIt makes no sense for the United States to remain in a treaty that constrains our ability to respond to Russia™s violations. Russia has reversed the trajectory of diminishing nuclear risk in Europe, Pompeo told reporters in Brussels.

The 1987 INF treaty, negotiated by then-U.S. President Ronald Reagan and Soviet leader Mikhail Gorbachev, eliminated all nuclear missiles with a range between 500 and 5,500 kilometers, reducing the ability to launch a nuclear strike at short notice.

Source : VOA

RELATED NEWS

Seeking Brexit Support, May Offers Vote on New Referendum
Wednesday, 22 May 2019 00:03 WIB

Dalam sebuah konsesi besar, Perdana Menteri Inggris Theresa May pada hari Selasa menawarkan kepada anggota parlemen kesempatan untuk memberikan suara apakah akan mengadakan referendum baru mengenai keanggotaan negara di Uni Eropa - tetapi hanya jika itu mendukung perjanjian Brexit yang ditolaknya se...

Trade War Adds to Woes of European Companies in China
Tuesday, 21 May 2019 18:31 WIB

Perang dagang AS “ China tidak membuat bisnis jadi mudah untuk perusahaan-perusahaan Eropa di China. Lebih dari sepertiga merasakan dampak langsung terhadap bisnis mereka dan khawatir situasinya akan bertambah buruk dalam minggu-minggu mendatang. œMereka merasa lebih cemas dibanding tahun lalu,...

USS Preble Sails Near Scarborough Shoal in South China Sea
Tuesday, 21 May 2019 10:53 WIB

Militer Amerika Serikat mengatakan salah satu kapal perangnya di Laut Cina Selatan, Senin (20/5), berlayar di dekat Scarborough Shoal yang disengketakan yang diklaim oleh Cina dan Filipina. Scarborough Shoal atau Karang Scarborough adalah sekelompok pulau kecil dan karang dalam bentuk atol. œUSS ...

Saudi, UAE See Sufficient Oil Supplies, Rising Stocks
Monday, 20 May 2019 23:58 WIB

Pasokan minyak mencukupi dan cadangan bertambah meskipun terjadi penurunan produksi besar-besaran dari Venezuela dan Iran, ujar gembong OPEC, Arab Saudi, dan produsen utama Uni Emirat Arab (UEA), hari Minggu ,sementara negara-negara pengekspor minyak (OPEC) bertemu di Jeddah. Negara-negara produsen...

Australia Prime Minister Has 'Miracle' Election Win
Monday, 20 May 2019 18:22 WIB

Perdana Menteri Australia Scott Morrison pergi ke gereja Pentekosta hari Minggu (19/5) setelah mendapat kemenangan yang tidak diduga dalam pemilihan umum hari Sabtu. Berbagai jajak pendapat menunjukkan Morrison dan pemerintah koalisinya yang konservatif akan pasti kalah dalam pemilihan itu. Namun, ...

ANOTHER NEWS
Tokyo's Nikkei closes flat amid US-China trade tension
Wednesday, 22 May 2019 13:36 WIB Tokyo's key Nikkei index closed flat on Wednesday with US-China trade tensions weighing on investors despite Washington's decision to delay a ban on Chinese telecoms giant Huawei. The benchmark Nikkei 225 index edged up 0.05 percent, or 10.92...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.