White House Defends Ban on Reporter
Friday, 9 November 2018 20:04 WIB | GLOBAL |Amerika

The White House on Thursday defended its ban of CNN correspondent Jim Acosta from the building, claiming he made inappropriate contact with an administration assistant while she was trying to take a microphone away from him during a heated exchange with President Donald Trump at a news conference.

Trump called Acosta a "rude, terrible person" and an "enemy of the people" at Wednesday's post-election question-and-answer session with reporters. Acosta asked the U.S. leader about his claim that Central American migrants walking through Mexico toward the southern U.S. border were "invading" the country.

Hours later, press secretary Sarah Sanders suspended Acosta's White House press credentials, accusing Acosta of inappropriately "placing his hands" on the assistant when she tried to take way the microphone.

"This is a lie," Acosta responded.

On Thursday, Sanders tweeted a video purportedly backing up her version of the events. But analysts and other journalists pointed out that the video appeared to have been manipulated, sped up to make it look as if Acosta was striking the woman.

In response, Sanders said the White House ban on Acosta's credentials would stand.

"The question is: Did the reporter make contact or not? The video is clear. He did. We stand by our statement," Sanders said.

CNN and other White House reporters defended Acosta, saying there was nothing wrong with his questioning of Trump and that he did not inappropriately touch the assistant.

VOA news

RELATED NEWS

US Condemns Myanmar Ruling Keeping 2 Journalists Imprisoned
Thursday, 25 April 2019 19:15 WIB

Amerika hari Rabu (24/4) mengecam Keputusan Mahkamah Agung Myanmar yang membenarkan putusan bersalah terhadap dua wartawan Reuters, karena melanggar Undang-Undang Rahasia Resmi negara itu dengan mengungkap pembantaian Muslim Rohingya oleh militer Myanmar. Departemen Luar Negeri AS mengatakan, keput...

Former US State Department Employee Pleads Guilty to Hiding Ties to China
Thursday, 25 April 2019 11:18 WIB

Seorang mantan pegawai Departemen Luar Negeri AS yang dituduh menyembunyikan kontak dengan China, telah dinyatakan bersalah atas tuduhan kejahatan bersekongkol untuk menipu pemerintah AS, Departemen Kehakiman mengumumkan Rabu. Candace Marie Claiborne memasuki Pengadilan Distrik AS di Washington DC....

US Negotiators to Visit China Next Week for New Round of Trade Talks
Thursday, 25 April 2019 02:53 WIB

Gedung Putih mengatakan dua pejabat tinggi ekonomi AS akan berkunjung ke China pekan depan untuk melanjutkan perundingan yang ditujukan untuk menyelesaikan perang dagang yang berlangsung antara dua raksasa ekonomi itu. Sebuah pernyataan yang dikeluarkan Selasa (23/4) mengungkapkan, Menteri Keuangan...

Kim Jong Un, Putin Set for Talks in Russia Thursday
Wednesday, 24 April 2019 10:45 WIB

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un akan melakukan perjalanan minggu ini ke kota Vladivostok di Rusia timur laut untuk menghadiri pertemuan puncak dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Kremlin pada hari Selasa mengkonfirmasi bahwa kedua pemimpin akan bertemu pada hari Kamis. Kim diperkirakan akan mend...

Mexico Breaks Violence Record in First Quarter of 2019
Wednesday, 24 April 2019 03:36 WIB

Kekerasan di Meksiko mencapai rekor baru pada kuartal pertama tahun 2019, dengan 8.493 pembunuhan tercatat mulai Januari hingga Maret, menurut angka resmi. Sekretariat Eksekutif Sistem Nasional Keamanan Publik mengatakan, angka itu naik 9,6 persen pada periode yang sama pada tahun 2018. Tahun lalu...

ANOTHER NEWS
Weak Industrial Earnings Drag Wall Street Lower
Thursday, 25 April 2019 23:36 WIB U.S. stocks were pulled lower on Thursday by downbeat earnings from industrial companies, including 3M, although strong results from marquee names Facebook and Microsoft kept the tech-heavy Nasdaq afloat. 3M Co shares tumbled 11.3% after the...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.