Afghanistan's Civilian Death Toll Rising
Thursday, 11 October 2018 01:37 WIB | GLOBAL |Global

Afghanistan's civilians continue to die in record numbers, according to a new report released Wednesday by the United Nations Assistance Mission in Afghanistan.

From the start of the year to the end of September, the U.N. documented 8,050 civilian casualties, of which 2,798 died, and 5,252 were wounded.

In the 17 years of conflict, the last five years seem to have been the deadliest for civilians, a chart in UNAMA's report indicates.

"Of the 65 percent of civilian casualties attributed to anti-government elements, 35 percent were attributed to the Taliban; 25 percent to Daesh/ISKP;

The second leading cause for civilian casualties, 29 percent, was ground engagements between warring factions.

The province with the most casualties was Nangarhar, where ISKP, Islamic State's Afghan branch, still has a stronghold. It was also the deadliest province for U.S. forces in 2017.

Source : VOA

RELATED NEWS

Italy reaches budget breakthrough after the EU initially rejected its 2019 spending plans
Wednesday, 19 December 2018 19:01 WIB

Italia dan Komisi Eropa, badan eksekutif Uni Eropa, telah mengumumkan kesepakatan anggaran baru setelah berminggu-minggu perdebatan tentang rencana pengeluaran 2019 negara itu. Pemerintah Italia mengatakan pekan lalu bahwa mereka akan menurunkan target defisit untuk tahun depan menjadi 2,04 persen,...

IMF Board Approves New Loan Package for Ukraine
Wednesday, 19 December 2018 14:06 WIB

Dewan eksekutif Dana Moneter Internasional (IMF) hari Selasa memberi persetujuan akhir bagi paket pinjaman baru untuk Ukraina dan merilis 1,4 miliar dolar untuk segera digunakan. IMF menyepakati pinjaman 4 miliar dolar untuk 14 bulan pada pertengahan Oktober lalu tetapi dewan itu menunggu pemerinta...

Russia Rejects Reports Alleging Extensive US Election Meddling
Wednesday, 19 December 2018 01:54 WIB

Ukuran dan cakupan upaya-upaya Rusia untuk mencampuri pemilihan presiden Amerika tahun 2016 jauh lebih luas dan menyeluruh daripada yang dipahami sebelumnya, sebut dua laporan yang dirilis baru-baru ini. Laporan yang muncul pekan ini mendukung kesimpulan kalangan intelijen Amerika yang diterbitkan ...

Global coal demand to edge higher to 2023: IEA
Tuesday, 18 December 2018 21:07 WIB

Permintaan batubara global akan terus naik hingga 2023 karena dengan meningkatnya pertumbuhan di India dan negara-negara Asia lainnya akan menggantikan penurunan pertumbuhan ekonomi di Eropa dan Amerika Serikat, demikian pernyataan Badan Energi Internasional (IEA), Selasa (18/12). Konsumsi bahan ba...

US Denies Trump Thinking About Extraditing Gulen to Turkey
Tuesday, 18 December 2018 13:16 WIB

Gedung Putih menolak klaim Turki bahwa Presiden Donald Trump sedang mempertimbangkan mengekstradisi Fethullah Gulen, ulama Muslim yang sedang diincar Turki. "Ketika bertemu Presiden Turki Erdogan di KTT G-20 di Buenos Aires, presiden tidak berkomitmen mengekstradisi Fethullah Gulen," ujar seorang p...

POPULAR NEWS
Tuesday, 18 December 2018 02:24
Gold Futures Settle at a More Than 1-Week High
Monday, 17 December 2018 20:11
Oil bounces back from weekly decline
ANOTHER NEWS
Italy reaches budget breakthrough after the EU initially rejected its 2019 spending plans
Wednesday, 19 December 2018 19:01 WIB Italy and the European Commission, the EU's executive arm, have announced a new budget deal after weeks of wrangling over the country's 2019 spending plans. Italy's government said last week that it would lower its deficit target for next year to...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.