UN Calls on Myanmar to Improve Conditions for Safe Return of Rohingyas
Thursday, 9 August 2018 10:29 WIB | GLOBAL |Global

The United Nations is calling on Myanmar to live up to an agreement that would give the world body full access to northern Rakhine state, the scene of last year's brutal military crackdown on the region's Rohingya Muslims.

The U.N.'s refugee and development agencies signed a pact with Myanmar in early June that allows them to create conditions that would allow Rohingya refugees to return to Rakhine safely and voluntarily from neighboring Bangladesh.

But the two agencies issued a statement Wednesday that their requests to establish operations in Rakhine state, dating back to mid-June, have gone unanswered.

In addition to allowing unfettered access to Rakhine, the U.N. agencies also called on Myanmar to provide freedom of movement for all communities in Bangladesh, and to address the root cause of the crisis.

Nearly 700,000 Rohingyas have been languishing in refugee camps in Bangladesh since August of last year, when Myanmar military forces launched a counteroffensive in response to attacks on state security posts by Rohingya militants.

Source : VOA

RELATED NEWS

British Citizen From Sudan Held in London Car Attack
Thursday, 16 August 2018 21:15 WIB

Polisi kontraterorisme Inggris menggeledah beberapa properti, sambil mencoba menentukan penyebab pemuda berusia 29 tahun, kelahiran Sudan, menabrakkan mobil di luar gedung Parlemen Inggris. Polisi menganggap insiden itu tindakan terorisme. Salih Khater, warga Inggris asal Sudan, ditangkap di lokasi...

Qatar said to invest $15 billion in Turkey
Thursday, 16 August 2018 04:03 WIB

Qatar akan menginvestasikan $ 15 miliar di Turki, situs berita Turki NTV melaporkan hari Rabu, mengutip para pejabat Turki. Berita itu menyusul pertemuan antara Presiden Turki Recep Tayyip Erodgan dan Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani dari Qatar pada hari sebelumnya. Lira Turki melonjak ke sesi terti...

Hong Kong Independence Activist Says China 'Destroying' City
Wednesday, 15 August 2018 18:39 WIB

Andy Chan, pendiri Partai Nasional Hong Kong, mengatakan kepada para anggota Klub Koresponden Wartawan Asing (FCC) bahwa Hong Kong, sebagai suatu bangsa œdengan cepat dicaplok dan dihancurkan oleh China. Chan adalah satu dari banyak aktivis muda yang secara terbuka mengkritik cengkeraman China...

Pennsylvania priests 'abused thousands of children'
Wednesday, 15 August 2018 13:12 WIB

Mahkamah Negara Bagian Pennsylvania, Amerika Serikat, merilis laporan panel juri berisi rincian dugaan pelecehan seksual di Gereja Katolik yang menuduh lebih dari 300 pastor. Laporan investigasi panel juri selama 18 bulan menemukan lebih dari 1.000 anak telah dilecehkan oleh pastor-pastor dari enam...

Erdogan Wants Boycott of US Electronics
Wednesday, 15 August 2018 04:12 WIB

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Selasa (14/8) mengancam akan memboikot barang-barang elektronik Amerika, untuk menanggapi apa yang ia sebut sebagai perang ekonomi yang dilancarkan Amerika Serikat terhadap Turki. Perselisihan diplomatik antara kedua negara itu turut memicu krisis ekonomi di Tur...

ANOTHER NEWS
Dollar Slides, Headed For First Weekly Loss in a Month
Friday, 17 August 2018 21:26 WIB The U.S. dollar looked listless on Friday, sliding against a handful of its major rivals but rallying against some emerging markets amid worries over further sanctions on Turkey. The ICE U.S. Dollar Index which measures the greenback against six...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.