UN Calls on Myanmar to Improve Conditions for Safe Return of Rohingyas
Thursday, 9 August 2018 10:29 WIB | GLOBAL |Global

The United Nations is calling on Myanmar to live up to an agreement that would give the world body full access to northern Rakhine state, the scene of last year's brutal military crackdown on the region's Rohingya Muslims.

The U.N.'s refugee and development agencies signed a pact with Myanmar in early June that allows them to create conditions that would allow Rohingya refugees to return to Rakhine safely and voluntarily from neighboring Bangladesh.

But the two agencies issued a statement Wednesday that their requests to establish operations in Rakhine state, dating back to mid-June, have gone unanswered.

In addition to allowing unfettered access to Rakhine, the U.N. agencies also called on Myanmar to provide freedom of movement for all communities in Bangladesh, and to address the root cause of the crisis.

Nearly 700,000 Rohingyas have been languishing in refugee camps in Bangladesh since August of last year, when Myanmar military forces launched a counteroffensive in response to attacks on state security posts by Rohingya militants.

Source : VOA

RELATED NEWS

BMW Warns Profits Will Fall Due to Costs, Trade Uncertainty
Thursday, 21 March 2019 17:50 WIB

Produsen kendaraan bermotor Jerman, BMW, mengatakan, Rabu (20/3), keuntungan mereka pada tahun 2019 akan lebih rendah dari tahun sebelumnya. Mereka mengatakan, penyebab penurunan ini terkait rencana mereka untuk memangkas biaya produksi sebesar 13,6 miliar dolar untuk mengompensasi pengeluaran bagi ...

Japan Times Apologizes for 'Turmoil' Surrounding WWII References
Thursday, 21 March 2019 10:06 WIB

The Japan Times, sebuah surat kabar berbahasa Inggris yang mengubah uraiannya tentang œwanita penghibur dan pekerja paksa tahun lalu, meminta maaf kepada stafnya bulan lalu, tetapi mengancam akan melakukan tindakan hukum terhadap siapa pun yang menemukan informasi rahasia bocor. Dalam catatan ...

Juncker: EU Unlikely to Decide This Week on Brexit Extension
Thursday, 21 March 2019 02:35 WIB

Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker mengatakan, Rabu (20/3), Uni Eropa tidak terbuka pada kemungkinan perundingan lebih lanjut mengenai keluarnya Inggris dari blok tersebut, dan tidak mungkin memutuskan apakah pekan ini akan memberi Inggris perpanjangan waktu setelah tengat waktu 29 Maret. PM...

US Military Denies Rights Group Allegations of Civilian Casualties in Somalia
Wednesday, 20 March 2019 18:19 WIB

Kelompok HAM Amnesty International mengatakan 14 warga sipil tewas dalam lima serangan udara militer Amerika di Somalia dalam dua tahun terakhir. Tuduhan itu dibantah keras Amerika. Laporan Amnesty International yang dikeluarkan Selasa (19/3) juga mencakup pernyataan dari 65 saksi mata, sejumlah fo...

Kazakh President Nazarbayev Abruptly Announces Resignation
Wednesday, 20 March 2019 03:50 WIB

Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev mengatakan ia telah mengundurkan diri dari jabatannya setelah hampir 30 tahun berkuasa di negara di Asia Tengah itu. œSaya telah memutuskan untuk mengakhiri tugas saya sebagai presiden, kata Nazarbayev dalam pidato nasional yang ditayangkan televisi pad...

ANOTHER NEWS
Stocks Attempt Post-Fed Bounce as Wall Digests Dovish Stance; Levi Strauss Set For Its IPO
Thursday, 21 March 2019 20:57 WIB U.S. stocks opened lower on Thursday but soon cut early losses, as investors digest the Federal Reserve's downgrade of the domestic economic outlook for 2019, citing sluggish global expansion. As expected, the central bank kept its key rate at a...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.