Facebook Faces First Fine in Data Scandal Involving Cambridge Analytica
Thursday, 12 July 2018 10:52 WIB | GLOBAL |Inggris

Facebook will be facing its first fine in the wake of the Cambridge Analytica scandal, in which the social media platform allowed the data mining firm to access the private information of millions of users without their consent or knowledge.

A British government investigative office, the Information Commissioner's Office (ICO), fined Facebook 500,000 pounds, or $663,000 - the maximum amount that can be levied for the violation of British data privacy laws. In a report, the ICO found Facebook had broken the law in failing to protect the data of the estimated 87 million users affected by the security breach.

The ICO™s investigation concluded that Facebook "contravened the law by failing to safeguard people™s information," the report read. It also found that the company failed to be transparent about how people™s data was harvested by others on its platform.

Cambridge Analytica, a London firm that shuttered its doors in May following a report by The New York Times and The Observer chronicling its dealings, offered œtools that could identify the personalities of American voters and influence their behavior, according to a March Times report.

Source: VOA news

RELATED NEWS

Russia, China Delay US Push for Halt of Refined Petroleum to North Korea
Friday, 20 July 2018 17:50 WIB

Rusia dan China telah meminta lebih banyak waktu guna mempertimbangkan permintaan AS untuk menghentikan pengiriman produk minyak sulingan ke Korea Utara, kata para diplomat hari Kamis (19/7). AS meminta komite sanksi PBB pekan lalu untuk menghentikan pengiriman setelah menuduh Korea Utara melebihi ...

Trump says he's 'not happy' with Fed raising interest rates
Friday, 20 July 2018 11:29 WIB

Presiden Donald Trump pada hari Kamis mengatakan dia tidak senang dengan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve dan menyebutkan bank sentral bekerja berlainan arah dengan program ekonomi pemerintahannya. Dalam wawancara yang dipublikasikan di CNBC, Trump mengatakan dia tidak senang dengan kenaika...

EU Preparing to Strike Back if Trump Slaps Tariffs on Foreign Cars
Friday, 20 July 2018 03:36 WIB

Komisioner Perdagangan Uni Eropa Cecilia Malmstrom mengatakan blok Uni Eropa yang beranggotakan 28 negara itu bersiap-siap untuk melakukan pembalasan terhadap Amerika Serikat jika Presiden Amerika Donald Trump menetapkan tarif terhadap suku cadang mobil dan mobil impor. Trump menetapkan tarif terha...

Facebook to Remove 'Fake News' That Leads to Violence
Thursday, 19 July 2018 19:46 WIB

Facebook mengatakan akan mulai menghapus informasi palsu yang dapat memicu kekerasan dari situsnya. œAda bentuk-bentuk tertentu informasi yang salah yang telah menimbulkan kekerasan fisik di negara-negara tertentu. Demikian dikatakan oleh raksasa media sosial Amerika itu dalam sebuah pernyataa...

Trump's Top Economic Adviser Accuses China's President of Delaying Trade Deal
Thursday, 19 July 2018 11:37 WIB

Penasihat ekonomi utama Presiden AS, Donald Trump hari Rabu (18/7) menuduh Presiden China, Xi Jinping, memperlambat upaya menyelesaikan perselisihan perdagangan yang berkembang dengan AS. Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, Larry Kudlow mengatakan, dia yakin pejabat tingkat rendah China i...

ANOTHER NEWS
Dow, S&P 500 open lower as trade fears resurface
Friday, 20 July 2018 20:53 WIB U.S. stocks opened mostly lower on Friday with the main benchmarks on track to end the week roughly where they started. Investors turned cautious after a flood of new question marks surrounding government policy on both trade and the dollar,...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.