Facebook Faces First Fine in Data Scandal Involving Cambridge Analytica
Thursday, 12 July 2018 10:52 WIB | GLOBAL |Inggris

Facebook will be facing its first fine in the wake of the Cambridge Analytica scandal, in which the social media platform allowed the data mining firm to access the private information of millions of users without their consent or knowledge.

A British government investigative office, the Information Commissioner's Office (ICO), fined Facebook 500,000 pounds, or $663,000 - the maximum amount that can be levied for the violation of British data privacy laws. In a report, the ICO found Facebook had broken the law in failing to protect the data of the estimated 87 million users affected by the security breach.

The ICO™s investigation concluded that Facebook "contravened the law by failing to safeguard people™s information," the report read. It also found that the company failed to be transparent about how people™s data was harvested by others on its platform.

Cambridge Analytica, a London firm that shuttered its doors in May following a report by The New York Times and The Observer chronicling its dealings, offered œtools that could identify the personalities of American voters and influence their behavior, according to a March Times report.

Source: VOA news

RELATED NEWS

Paris Police Bracing for More Violent Protests
Friday, 14 December 2018 23:14 WIB

Mengantisipasi protes dengan kekerasan pada akhir pekan kelima berturut-turut, kepala kepolisian Paris Jumat (14/12) mengatakan bahwa kendaraan-kendaraan lapis baja dan ribuan petugas akan dikerahkan kembali di ibukota Perancis. Michel Delpuech menyampaikan kepada radio RTL bahwa dinas keamanan ber...

US to Reorient Trade Deals, Aid to Africa
Friday, 14 December 2018 11:09 WIB

Pemerintahan Presiden Trump telah membeberkan strategi barunya untuk Afrika dengan mengatakan, kepentingan dan prioritas AS harus diutamakan dalam semua urusan dengan benua itu. Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton menjelaskan strategi baru itu di Washington, hari Kamis (13/12). Dia mengata...

Back to Brussels: Britain™s May Again Seeks EU Help on Brexit
Friday, 14 December 2018 01:06 WIB

PM Inggris Theresa May kembali ke Brussel, Kamis (13/12), dalam usaha memperoleh konsensi dalam kesepakatan kontroversial mengenai keluarnya Inggris dari Uni Eropa setelah ia lolos dari voting mosi tidak percaya para anggota parlemen partainya sendiri. May akan bertemu dengan para pemimpin Uni Erop...

Congress Moves to Ban Cockfighting in US Territories
Thursday, 13 December 2018 18:19 WIB

Kongres hari Rabu menyetujui rancangan undang-undang (RUU) yang akan menutup sabung ayam yang legal di teritorial Amerika termasuk Puerto Rico dan Kepulauan Virgin Amerika, mengakhiri institusi dari era kolonial yang menghasilkan jutaan dolar setiap tahun. Penentang langkah yang disetujui DPR itu m...

Pompeo: Iran Increasing Ballistic Missile Activity
Thursday, 13 December 2018 11:15 WIB

Menlu Amerika Mike Pompeo Rabu (12/12) memberi tahu DK PBB bahwa kegiatan misil balistik Iran semakin meningkat sejak persetujuan nuklir pada 2015 disepakati. œIran telah memanfaatkan goodwill dari negara-negara lain dan mengingkari berbagai resolusi DK dalam upayanya untuk menciptakan pasukan mi...

POPULAR NEWS
Saturday, 15 December 2018 04:16
Hong Kong stocks close week with sharp losses
Friday, 14 December 2018 08:55
Hong Kong Stocks Open Sharply Lower
ANOTHER NEWS
Tokyo Stocks Open Higher With Eyes on US Fed Meeting
Monday, 17 December 2018 07:41 WIB Tokyo stocks opened higher on Monday as investor focus shifted from concerns about the global economy, which had weighed on Wall Street, to a US Federal Reserve meeting this week. The benchmark Nikkei 225 index was up 0.18 percent or 39.06 points...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.