US Warns of New Syrian Attack if Chemical Weapons Used Again
Monday, 16 April 2018 10:06 WIB | GLOBAL |GOLDAmerikaSuriah

Nikki Haley, the U.S. ambassador to the United Nations, warned Syrian President Bashar al-Assad on Sunday that the U.S. would launch new missile strikes against his regime if he carries out another chemical weapons attack.

Haley told Fox News, She said that it is "entirely up to Assad" whether the missile attack on Syria was a one-time response to the suspected chemical attack by Syrian forces a week ago that killed more than 40 people or part of a continuing allied military effort.

In a separate interview, Haley told CBS News that new sanctions against Russia, which has forces in Syria supporting the Assad regime, would be announced Monday that would "go directly to any sort of companies that were dealing with equipment related to Assad and chemical weapons use."

Haley, in her Fox News interview, also defended its use as a military term, rather than as a broader political statement. After the middle-of-the-night attack on Syria, some U.S. television commentators poked fun at Trump's use of the "Mission accomplished" term, first used in 2003 by former President George W. Bush, who claimed prematurely and wrongly that the U.S. had successfully completed its military attack on Iraq.

With Russian involvement in Syria and Moscow condemning Saturday's allied missile strike, Haley acknowledged that U.S.-Russian relations are at a low point.

Source : VOA


US Slaps Sanctions on Chinese Military Agency
Saturday, 22 September 2018 02:19 WIB

China telah meminta Amerika Serikat agar mencabut sanksi-sanksi yang diberlakukan terhadap sebuah badan militer China karena membeli senjata Rusia. China menyatakan apabila sanksi-sanksi itu tidak dicabut, Amerika akan œmenanggung konsekuensinya. Berbicara kepada wartawan hari Jumat (21/9), ju...

China Eyes Banning Foreign Online News
Friday, 21 September 2018 18:01 WIB

Pemerintah China kemungkinan besar akan memblokir konten laporan terdini asing yang ditayangkan atau disiarkan di negeri itu, demikian menurut rancangan peraturan dari Jawatan Radio dan Televisi Nasional. Rancangan peraturan yang diperoleh kantor berita Reuters, Kamis (20/9), akan membatasi konten ...

Ex-Malaysian PM Hit with 25 New Charges in 1MDB Looting Scandal
Friday, 21 September 2018 00:01 WIB

Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak menghadapi lebih dari dua lusin dakwaan baru terkait dengan skandal penggelapan dana 1MDB, yang menyebabkan kekalahan mengagetkan bagi partainya yang berkuasa pada Mei lalu. Para jaksa mendakwa Najib dengan empat tuduhan korupsi dan 21 tuduhan pencucian u...

Pompeo: US Ready to Restart Talks With North Korea
Thursday, 20 September 2018 19:35 WIB

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyambut baik "komitmen penting" yang dibuat oleh pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada pertemuan puncak dengan Korea Selatan pekan ini. Korea Utara mengumumkan akan membongkar komplek uji coba misilnya jika Amerika Serikat mengambil "langkah-langkah yang sesuai"...

Trump Visits Hurricane-Ravaged North Carolina
Thursday, 20 September 2018 11:43 WIB

Presiden Donald Trump hari Rabu (19/9) datang ke North Carolina untuk melihat kerusakan yang diakibatkan badai Florence dan kesulitan yang dihadapi untuk memulihkan kondisi. Trump hari Selasa (18/9) mencuit œsetiap orang mengatakan pekerjaan kita mengatasi badai Florence sangat luar biasa “ dan...

Hong Kong Stocks Head Into Weekend On Strong Note (Review)
Saturday, 22 September 2018 04:50 WIB Hong Kong stocks posted a fourth day of gains Friday to end the week with a sparkle following a record close on Wall Street, with investors concentrating on the healthy US economy rather than the China-US trade row. The Hang Seng Index rose 1.73...


Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.