Trump Wants to Rejoin Pacific Trade Pact
Friday, 13 April 2018 20:25 WIB | GLOBAL |Global

Japan has cautiously welcomed the news that U.S. President Donald Trump wants to rejoin the Trans-Pacific Partnership.

œIf this means that President Trump is correctly evaluating the significance and effects of the TPP, it™s something we want to welcome, Toshimitsu Motegi, Japan™s trade minister, said Friday. He added that the trade pact is œas delicate as something made of glass, making it difficult to renegotiate any part of the agreement.

Trump ordered his top economic and trade advisers Thursday to look into rejoining the Pacific-rim trade pact that he abandoned last year three days after taking power.

Farm-state lawmakers said after a White House meeting on agricultural trade that Trump told his economic adviser, Larry Kudlow, and U.S. Trade Representative Robert Lighthizer to weigh the benefits of re-entering the Trans-Pacific Partnership ” a deal struck by the Obama administration.

Nebraska Senator Ben Sasse, a Republican critic of Trump's trade policies, said that at one point in the meeting, the president turned to Kudlow and said, "Larry, go get it done." Sasse represents a Midwestern farm state. He called Trump's change of mind on the Pacific trade deal "good news." He said the president has consistently "reaffirmed the idea that TPP would be easier for us to join now."

Trump has often said he prefers bilateral trade deals instead of multinational pacts, believing the U.S. does not fare well in bigger trade deals. It was not immediately clear why he now is open to rejoining the TPP.

Source: voanews

RELATED NEWS

US Slaps Sanctions on Chinese Military Agency
Saturday, 22 September 2018 02:19 WIB

China telah meminta Amerika Serikat agar mencabut sanksi-sanksi yang diberlakukan terhadap sebuah badan militer China karena membeli senjata Rusia. China menyatakan apabila sanksi-sanksi itu tidak dicabut, Amerika akan œmenanggung konsekuensinya. Berbicara kepada wartawan hari Jumat (21/9), ju...

China Eyes Banning Foreign Online News
Friday, 21 September 2018 18:01 WIB

Pemerintah China kemungkinan besar akan memblokir konten laporan terdini asing yang ditayangkan atau disiarkan di negeri itu, demikian menurut rancangan peraturan dari Jawatan Radio dan Televisi Nasional. Rancangan peraturan yang diperoleh kantor berita Reuters, Kamis (20/9), akan membatasi konten ...

Ex-Malaysian PM Hit with 25 New Charges in 1MDB Looting Scandal
Friday, 21 September 2018 00:01 WIB

Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak menghadapi lebih dari dua lusin dakwaan baru terkait dengan skandal penggelapan dana 1MDB, yang menyebabkan kekalahan mengagetkan bagi partainya yang berkuasa pada Mei lalu. Para jaksa mendakwa Najib dengan empat tuduhan korupsi dan 21 tuduhan pencucian u...

Pompeo: US Ready to Restart Talks With North Korea
Thursday, 20 September 2018 19:35 WIB

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyambut baik "komitmen penting" yang dibuat oleh pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada pertemuan puncak dengan Korea Selatan pekan ini. Korea Utara mengumumkan akan membongkar komplek uji coba misilnya jika Amerika Serikat mengambil "langkah-langkah yang sesuai"...

Trump Visits Hurricane-Ravaged North Carolina
Thursday, 20 September 2018 11:43 WIB

Presiden Donald Trump hari Rabu (19/9) datang ke North Carolina untuk melihat kerusakan yang diakibatkan badai Florence dan kesulitan yang dihadapi untuk memulihkan kondisi. Trump hari Selasa (18/9) mencuit œsetiap orang mengatakan pekerjaan kita mengatasi badai Florence sangat luar biasa “ dan...

ANOTHER NEWS
Hong Kong Stocks Head Into Weekend On Strong Note (Review)
Saturday, 22 September 2018 04:50 WIB Hong Kong stocks posted a fourth day of gains Friday to end the week with a sparkle following a record close on Wall Street, with investors concentrating on the healthy US economy rather than the China-US trade row. The Hang Seng Index rose 1.73...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.