Trump Says US to Discuss European Tariffs That Hurt American Economy
Tuesday, 13 March 2018 00:12 WIB | GLOBAL |Global

President Donald Trump said Monday the U.S. will be talking with European officials about eliminating tariffs it believes hurt the American economy.

Trump, in a Twitter remark, said Secretary of Commerce Wilbur Ross plans to talk with European Union officials about what the president described as "large Tariffs and Barriers they use against the U.S.A."

He said the levies are "not fair to our farmers and manufacturers."

His tweet echoed comments this past weekend, when he said Europe has "wonderful countries who treat the U.S. very badly on trade."

Trump, representing the world's single largest economy, and officials of the 28-nation EU, collectively the biggest economy, have sparred over Trump's imposition of a new 25 percent tariff on steel imports to the U.S. and 10 percent on aluminum imports.

In response, EU officials have threatened to add taxes to an array of signature U.S. exports, including Harley Davidson motorcycles, blue jeans, bourbon, cranberries and orange juice.

Trump in turn has suggested that if the Europeans boost tariffs on U.S. products he would impose new levies on popular German cars exported to the U.S.

Europe's top trade official, Cecilia Malmstroem, said trade is being used "as a weapon to threaten and intimidate us."

Top U.S. and EU trade officials met Saturday in Brussels, but failed to iron out their differences. Malmstroem said talks would continue this week.

Source : Bloomberg

RELATED NEWS

US Sale of Military Equipment to Taiwan Angers China
Wednesday, 26 September 2018 11:30 WIB

China mengatakan, negara itu telah mengajukan protes resmi atas rencana AS menjual peralatan militer ke Taiwan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang, mengatakan di Beijing, Selasa (25/9), bahwa rencana Washington menjual suku-suku cadang untuk jet tempur F-16, pesawat kargo C-130,...

EU Sets Up Payment System with Iran to Maintain Trade
Wednesday, 26 September 2018 03:44 WIB

Lima pihak yang tersisa dalam perjanjian nuklir dengan Iran telah sepakat untuk membentuk suatu sistem pembayaran khusus yang memungkinkan perusahaan-perusahaan melanjutkan bisnisnya dengan rezim Iran, guna menghindari sanksi-sanksi baru yang diberlakukan Amerika Serikat. Para utusan Inggris, Peran...

Russia to Supply New Missile Defense System to Syria
Tuesday, 25 September 2018 19:04 WIB

Rusia mengatakan akan memberi Suriah misil pertahanan jenis S-300 yang lebih modern dalam beberapa pekan ke depan, meski mendapat tentangan dari Israel. Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan Presiden Vladimir Putin memerintahkan pemberian misil yang lebih mutakhir itu setelah barisan pe...

Hong Kong Officially Bans Pro-Independence Party
Tuesday, 25 September 2018 11:28 WIB

Hong Kong telah melarang sebuah partai politik yang mendukung kemerdekaan dari China. Ini merupakan isyarat lebih jauh tentang menguatnya cengkeraman China daratan terhadap wilayah semiotonom tersebut. Menteri Keamanan, John Lee, Senin (24/9) mengumumkan bahwa Partai Nasional Hong Kong dilarang ber...

Trump Promises 2nd Summit with Kim œQuite Soon
Tuesday, 25 September 2018 00:02 WIB

Presiden Amerika Donald Trump mengatakan ia akan mengadakan pertemuan puncak kedua dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un œdalam waktu sangat dekat.™ Trump, yang mengeluarkan pernyataan itu hari Senin di PBB, juga menyebut tentang œkemajuan luar biasa yang dicapai pemerintahannya menge...

ANOTHER NEWS
US futures edge higher ahead of Fed rate decision; political turmoil festers
Wednesday, 26 September 2018 16:17 WIB U.S. stock index futures posted slight gains ahead of Wednesday's open. Around 4:45 a.m. ET, Dow futures rose 43 points, indicating a positive open of 45.79 points. Futures on the S&P 500 were indicating a positive open of 6.99 points, while...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.