Pilot Error, Iced Sensors Blamed for Russia Plane Crash
Thursday, 15 February 2018 04:26 WIB | GLOBAL |

Pilot error as well as malfunctioning sensors likely caused a passenger jet to crash in Russia, killing all 71 people on board, investigators say.

After studying An-148's flight data recorder, the Interstate Aviation Committee said that Sunday's crash near Moscow occurred after the pilots saw varying data on the plane's two air speed indicators.

The flawed readings came because the pilots failed to turn on a heating unit before the takeoff, the committee said.

The plane's captain reportedly didn't want to defrost the aircraft before flying. The procedure is optional and the crew's decision is based mainly on the weather conditions.

The committee said it is continuing to study the data, but noted that "erroneous data on the pilots' speed indicators may have been a factor that triggered the special flight situation.''

It said the flawed speed data resulted from the œicing of pressure measurement instruments that had their heating systems turned off.

The Saratov Airlines Antonov An-148 took off Sunday from Moscow's Domodedovo airport for a flight to the city of Orsk and went down in a field about 64 kilometers southeast of the capital.

Source: VOA news

RELATED NEWS

Qatar said to invest $15 billion in Turkey
Thursday, 16 August 2018 04:03 WIB

Qatar akan menginvestasikan $ 15 miliar di Turki, situs berita Turki NTV melaporkan hari Rabu, mengutip para pejabat Turki. Berita itu menyusul pertemuan antara Presiden Turki Recep Tayyip Erodgan dan Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani dari Qatar pada hari sebelumnya. Lira Turki melonjak ke sesi terti...

Hong Kong Independence Activist Says China 'Destroying' City
Wednesday, 15 August 2018 18:39 WIB

Andy Chan, pendiri Partai Nasional Hong Kong, mengatakan kepada para anggota Klub Koresponden Wartawan Asing (FCC) bahwa Hong Kong, sebagai suatu bangsa œdengan cepat dicaplok dan dihancurkan oleh China. Chan adalah satu dari banyak aktivis muda yang secara terbuka mengkritik cengkeraman China...

Pennsylvania priests 'abused thousands of children'
Wednesday, 15 August 2018 13:12 WIB

Mahkamah Negara Bagian Pennsylvania, Amerika Serikat, merilis laporan panel juri berisi rincian dugaan pelecehan seksual di Gereja Katolik yang menuduh lebih dari 300 pastor. Laporan investigasi panel juri selama 18 bulan menemukan lebih dari 1.000 anak telah dilecehkan oleh pastor-pastor dari enam...

Erdogan Wants Boycott of US Electronics
Wednesday, 15 August 2018 04:12 WIB

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Selasa (14/8) mengancam akan memboikot barang-barang elektronik Amerika, untuk menanggapi apa yang ia sebut sebagai perang ekonomi yang dilancarkan Amerika Serikat terhadap Turki. Perselisihan diplomatik antara kedua negara itu turut memicu krisis ekonomi di Tur...

US Rests Case Against Former Trump Aide Manafort
Tuesday, 14 August 2018 18:54 WIB

Jaksa, Senin (13/8), menghentikan sementara kasus penghindaran pajak dan penipuan bank oleh Paul Manafort, tokoh ternama di Washington dan mantan ketua kampanye Presiden Donald Trump, kantor berita Associated Press melaporkan. Kasus kini beralih ke tim pembela Manafort, yang diperkirakan akan menim...

ANOTHER NEWS
Asia Stock Drop Deepens as Tencent Slumps After Earnings Miss
Thursday, 16 August 2018 10:56 WIB Asian shares declined for a second day, as earnings disappointment sank Tencent Holdings Ltd., the heaviest-weighted member of the regional benchmark. The MSCI Asia Pacific Index fell 0.7 percent to 160.66 as of 11:40 a.m. in...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.