US House Passes Resolution 'Condemning Ethnic Cleansing of Rohingya'
Friday, 8 December 2017 02:47 WIB | GLOBAL |Global

The U.S. House of Representatives condemned the "ethnic cleansing of the Rohingya" on Wednesday, passing a resolution (423-3) by a two-thirds voice vote "calling for an end to the attacks" against the Muslim minority in Myanmar, also known as Burma.

The resolution is the first step in congressional action that could eventually include a stand-alone sanctions bill aimed at putting financial pressure on the Burmese military and providing U.S. economic assistance for the resettlement of Rohingya refugees in Bangladesh back to Myanmar.

œThis is a moral issue and a national security issue, House Foreign Affairs Chairman Ed Royce, a Republican from California, said on the House floor Tuesday. œNo one is secure when extremism and instability is growing in this part of the world.

An estimated 600,000 Rohingya have been displaced in recent months, fleeing into Bangladesh and creating a humanitarian crisis.

œHundreds have been killed, Royce said as he described the scope of the crisis. œAt least 200 villages have been burned to the ground, landmines have been placed inside Burma™s border with Bangladesh, maiming refugees who are seeking safe haven. There are reports of rapes and all types of violence committed against the Rohingya.

Source : VOA

RELATED NEWS

Erdogan Hopes to Open Embassy in East Jerusalem
Monday, 18 December 2017 11:51 WIB

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Minggu (17/12) mengatakan, Turki berharap bisa membuka sebuah kedutaan di Yerusalem timur, negara Palestina di masa depan. "Karena daerah itu berada di bawah pendudukan kami belum bisa kesana dan membuka kedutaan," kata Erdogan dalam pidatonya dihadapan partai ya...

Putin Again Rejects Allegations of Russian Meddling in US Election
Friday, 15 December 2017 11:05 WIB

Presiden Rusia Vladimir Putin, Kamis (14/12) menolak tuduhan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden Amerika tahun lalu dan menyatakan lawan-lawan Presiden Donald Trump menyebarkan tuduhan itu untuk merongrong legitimasinya. Berbicara pada konferensi pers maraton tahunan di Moskow, Putin menya...

Saudi king approves $19 billion of economic stimulus steps
Thursday, 14 December 2017 20:21 WIB

Raja Salman dari Kerajaan Arab Saudi menerbitkan keputusan yang menyetujui sejumlah kebijakan senilai 72 miliar riyal ($19.2 miliar) untuk menstimulasi pertumbuhan di sektor swasta tahun depan, kantor berita pemerintah SPA melaporkan, Kamis (14/12), seperti dikutip Reuters. Kebijakan baru tersebut ...

Action Urged to End Atrocities Against Myanmar's Rohingya
Thursday, 14 December 2017 04:03 WIB

Utusan PBB urusan Kekerasan Seksual dalam Kawasan Konflik mendesak Dewan Keamanan untuk segera menghentikan kekerasan terhadap warga sipil di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, yang telah mengakibatkan lebih dari 626.000 orang Muslim Rohingya melarikan diri ke Bangladesh sejak Agustus. "Saya mendesak ...

Democrat Jones Wins Alabama Senate Election
Wednesday, 13 December 2017 20:11 WIB

Wakil dari Demokrat Doug Jones memenangkan pemilihan khusus untuk mengisi kursi Senat AS kosong yang mewakili negara bagian selatan Alabama, memberikan apa yang banyak dilihat sebagai kemunduran yang menakjubkan bagi Partai Republik dan sebuah teguran yang menyengat kepada Presiden Donald Trump, yan...

ANOTHER NEWS
Erdogan Hopes to Open Embassy in East Jerusalem
Monday, 18 December 2017 11:51 WIB Turkish president Recep Tayyip Erdogan said Sunday that Turkey hopes to open an embassy to a Palestinian state in East Jerusalem in the future.. "Because it is under occupation we can't just go there and open an embassy," Erdogan said in a speech...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.