Investors Remain Wary in Wake of Saudi Crackdown
Tuesday, 14 November 2017 13:15 WIB | GLOBAL |Global

A week after an unprecedented crackdown on some of Saudi Arabia™s wealthiest princes and businessmen, foreign governments and investors are still trying to answer basic questions about a round-up Saudi authorities describe as an anti-corruption drive spearheaded by the Gulf kingdom™s crown prince.

Is 32-year-old Mohammad bin Salman set on a power grab to ensure his succession will be untroubled when his ailing father dies? Or is he what he says he is, a reformer determined to modernize a kingdom infamous for a sclerotic system of governance that™s weighed down by the demands of different branches of the extended royal family?

Rumors abound in the Saudi capital that the purge is not yet finished and more arrests in the coming days are being predicted by Saudi-based foreign diplomats, who remain stunned by the scale of the crackdown.

Young middle-class Saudis, long frustrated by graft and the hidebound ways of the kingdom, are applauding the crown prince™s purge, but foreign investors are cautious, fearing Mohammad bin Salman may have bitten off more than he can chew.

Long viewed as a stable place to do business, the latest purge saw an estimated 500 people arrested, including the country™s richest man, Prince Waleed bin Talal, the billionaire businessman who co-owns the Four Seasons hotel chain and until recently was a major investor in Rupert Murdoch™s worldwide media empire. He was arrested at his luxury desert camp.

Source : VOA

RELATED NEWS

Egypt attack: More than 230 killed in Sinai mosque
Saturday, 25 November 2017 01:30 WIB

Kelompok militan melakukan serangan di satu masjid di Sinai Utara, Mesir, hari Jumat (24/11) menewaskan setidaknya 235 orang, 120 orang lainnya mengalami luka-luka, kata stasiun televisi milik pemerintah. Dubes Republik Indonesia untuk Mesir, Helmy Fauzi, mengatakan dalam serangan tersebut tak ada ...

Mnangagwa to Take Oath as Zimbabwe's President
Friday, 24 November 2017 18:07 WIB

Emmerson Mnangagwa, yang dipecat dari jabatan sebagai wakil presiden Zimbabwe pada 5 November, dilantik sebagai presiden Jumat siang, mengakhiri pemerintahan otoriter Robert Mugabe selama 37 tahun. Mnangagwa, yang dipecat ditengah-tengah pergulatan untuk menggantikan Mugabe dengan istri Mugabe, Gra...

Three Coffees a Day Linked to More Health Than Harm
Friday, 24 November 2017 11:08 WIB

Bagi penikmat kopi, minuman berkafein ini ternyata tidak sekedar mengusir kantuk. Para ilmuwan mengatakan, orang-orang yang mengonsumsi tiga hingga empat cangkir kopi sehari akan lebih cenderung mendapat banyak manfaat kesehatan, ketimbang kerugian. Dibandingkan mereka yang tidak minum kopi sama sek...

Suicide Bomber Kills 8 in Eastern Afghanistan
Friday, 24 November 2017 01:27 WIB

Sebuah ledakan bom bunuh diri hari Kamis (23/11) di bagian timur Afghanistan menewaskan sedikitnya 8 orang dan melukai 16 lainnya. Sejumlah pejabat mengatakan, ledakan di Jalalabad, ibukota propinsi Nangarhar, itu terjadi di tengah kerumunan orang di luar tempat kediaman seorang mantan komandan pol...

Hindu Politician Offers $1.5M for Beheading of Bollywood Actress, Director
Thursday, 23 November 2017 18:21 WIB

Seorang tokoh partai Bharatiya Janata, BJP, yang berkuasa di India menawarkan hadiah 1,5 juta dolar untuk siapapun yang memenggal kepala seorang aktris dan seorang sutradara Bollywood. Surajpal Singh Amu, anggota BJP di negara bagian Haryana, marah karena film Padmavati, yang dibintangi Deepika Pad...

ANOTHER NEWS
Hong Kong, Shanghai stocks up after sell-off (Review)
Saturday, 25 November 2017 06:00 WIB Hong Kong stocks bounced back on Friday from the previous day's losses, while Shanghai edged up after a sharp drop, but traders remained on edge over China's crackdown on speculative investing. The Hang Seng Index added 0.53 percent, or 158.38...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.