N. Korea Slams New UN Sanctions, Warns US of ‘Greatest Pain’
Wednesday, 13 September 2017 19:50 WIB | GLOBAL |Global

North Korea strongly criticized Tuesday the U.N. Security Council's decision to impose tough new sanctions against the East Asian nation, and warned the United States would experience the "greatest pain" for playing a leading role in the effort.

"My delegation condemns in the strongest terms and categorically rejects the latest illegal and unlawful U.N. Security Council resolution," said North Korean Ambassador Han Tae Song at a U.N.-sponsored disarmament conference in Geneva.

North Korea, Han said without elaborating, is poised to "use a form of ultimate means."

North Korea had warned before the latest sanctions were imposed that the U.S. would pay "due price" if it pushed for stronger sanctions.

Aside from North Korea, reaction in Asia to the latest round of international sanctions has been positive, but many are still skeptical they will have any significant impact.

The new round of economic sanctions against North Korea were in response to its September 3 nuclear test of a possible hydrogen bomb.

 

Source : VOA

RELATED NEWS

Officials: White House Looking at New Sanctions Against Russia
Thursday, 22 February 2018 18:21 WIB

Pejabat senior Gedung Putih mengatakan bahwa pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan sanksi tambahan terhadap Rusia dan mewaspadai kemungkinan campur tangan dalam pemilihan kongres November. Partai Republik dan Demokrat mengkritik Presiden Donald Trump karena tidak menjatuhkan sanksi yang telah ...

10 Suspected Islamic Militants Arrested in Malaysia
Thursday, 22 February 2018 05:16 WIB

Polisi Malaysia telah menangkap 10 tersangka yang berusaha membangun kubu pertahanan di pulau Borneo. Para tersangka ditangkap dalam serangkaian penggerebekan pada Januari dan awal Februari, menurut sebuah pernyataan yang dikeluarkan kepala polisi nasional Mohamad Fuzi Harun. Di dalam kelompok ter...

Venezuela: Launch of 'Petro' Cryptocurrency Raised $735 Million
Wednesday, 21 February 2018 20:22 WIB

Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan, Selasa (20/2), pemerintah Venezuela berhasil meraup $735 juta pada hari pertama pra-penjualan mata uang digital "Petro." Maduro berharap petro akan membantu negara anggota OPEC ini untuk menghindari sanksi Amerika Serikat karena nilai mata uang bolivar ...

Trump Again Blames Obama for Russia Meddling
Wednesday, 21 February 2018 04:43 WIB

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sekali lagi menyalahkan pendahulunya terkait kesalahan dalam menangani campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden 2016. "Obama adalah Presiden sebelum dan setelah pilpres 2016. Jadi mengapa dia tidak melakukan sesuatu tentang campur tangan Rusia?" kata Trump ...

Turkish Foreign Minister Warns Syria About Military Intervention
Tuesday, 20 February 2018 19:04 WIB

Turki menanggapi dengan hati-hati laporan bahwa Suriah akan melakukan intervensi militer karena pasukan pimpinan Turki masih meningkatkan operasi militer mereka melawan milisi Kurdi Suriah, YPG, di daerah Afrin yang dikuasai Kurdi, di Suriah. "Kalau mereka ke sana untuk membersihkan YPG, tidak ada ...

POPULAR NEWS
Tuesday, 20 February 2018 05:26
Gold's Tops Hold, Next stop $1300
Tuesday, 20 February 2018 08:38
RBA minutes: wage growth remained subdued
Wednesday, 21 February 2018 04:43
Trump Again Blames Obama for Russia Meddling
Tuesday, 20 February 2018 07:31
Tokyo stocks open lower as exporters fall
Thursday, 22 February 2018 07:38
Asia Stocks Slip With U.S. Futures, Dollar Gains
ANOTHER NEWS
Sterling bounces off one-week lows as dollar skids
Friday, 23 February 2018 00:31 WIB Sterling rose from a one-week low on Thursday as the dollar slumped towards a session low, although renewed concerns over the state of play in Brexit negotiations checked the British currency's gains. Despite sterling's weakness this week, it is...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.