RBA Says Stronger U.S. Growth, Lower Aussie Could Boost Economy
Tuesday, 21 August 2018 09:14 WIB | FISCAL & MONETARY | AustraliaRBA

Australia's central bank sketched out a scenario where faster global growth and U.S. stimulus withdrawal push the Aussie dollar lower and underpin a stronger outlook Down Under.

In minutes of their Aug. 7 meeting released in Sydney Tuesday, policy makers also noted that while the direct impact of trade protectionism was likely to be small, the risk to investment and confidence had increased.

RBA noted that higher household income, combined with a minimum wage increase, tax cuts in the offing and a tightening labor market reduced some of the uncertainty around consumption.

Reiterated there was no strong case for a near-term policy adjustment and that while progress in reducing unemployment and lifting inflation was likely to be œgradual, the next move was more likely to be up rather than down.

Australian dollar was little changed at 73.47 U.S. cents at 11:39 a.m. in Sydney.

The Reserve Bank of Australia has played an anchor role in the economy for the past two years, standing pat at a record-low 1.5 percent cash rate. It has sought to be a source of stability and confidence that boosts hiring and eventually encourages wage growth. While the labor market has tightened during the period, the transition has proven more protracted than expected and traders see little chance of a rate hike in the next 12 months.

Source: Bloomberg

RELATED NEWS

SNB Keeps Policy on Hold as Expected; Says Franc œHighly Valued
Thursday, 13 June 2019 14:46 WIB

Swiss National Bank (SNB) menetapkan suku bunga kebijakan baru untuk menggantikan tingkat Libor tiga bulan karena masa depan Libor tidak pasti. Menjaga suku bunga deposito tidak berubah pada -0,75%, seperti yang diperkirakan oleh para ekonom dalam survei Bloomberg. SNB akan tetap aktif di pasar FX...

ECB Strengthens Stimulus to Boost Euro Area Amid Inflation Slump
Thursday, 6 June 2019 19:15 WIB

Bank Sentral Eropa meningkatkan dukungan untuk ekonomi di kawasan Eropa dengan memperluas janjinya untuk mempertahankan suku bunga pada rekor terendah, sementara juga mencapai kesepakatan tentang cara menanamkan kreditor dengan uang tunai yang lebih murah. Dewan Pemerintahan, yang bertemu di Vilniu...

Powell Signals Openness to Cut Rates If Needed on Trade Tension
Tuesday, 4 June 2019 23:17 WIB

Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengisyaratkan keterbukaan untuk memangkas suku bunga jika perlu, berjanji untuk terus mencermati dampak dari serangkaian pertikaian yang semakin dalam antara AS dan mitra dagang terbesarnya. Mengacu pada "negosiasi perdagangan dan hal-hal lain," Powell mengataka...

Australia Cuts Key Rate to Record Low, Ending Near 3-Year Pause
Tuesday, 4 June 2019 11:56 WIB

Australia memangkas suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir tiga tahun untuk menjaga dari latar belakang global yang semakin gelap dan upaya untuk menghidupkan kembali inflasi yang melambat dan pertumbuhan ekonomi di dalam negeri. Gubernur Reserve Bank Philip Lowe melakukan penyesuaian pertam...

Fed minutes: Voters say patient stance can last 'for some time'
Thursday, 23 May 2019 01:16 WIB

Anggota pemungutan suara dari Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) tampak nyaman dengan sikap sabar mereka pada suku bunga, setuju bisa bertahan untuk "beberapa waktu," menurut risalah pertemuan tanggal 30 April - 1 Mei yang dirilis Rabu. Bahkan jika kondisi ekonomi dan keuangan global membaik, pend...

ANOTHER NEWS
India Hikes Tariffs on US Goods Amid Deepening Trade Friction
Monday, 17 June 2019 17:15 WIB India has hiked tariffs on 28 goods imported from the United States as a trade spat between the two countries intensifies. The retaliatory move came days after Washington removed New Delhi from a list of countries that have preferential access to...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.