Australia Holds Key Rate as Currency Drop Offers Export Support
Tuesday, 3 July 2018 12:52 WIB | FISCAL & MONETARY |RBAEkonomi Australia

Australia left its key interest rate unchanged at a record low Tuesday as the currency™s recent decline aids the economy by offering exporters some insulation against global trade ructions.

Reserve Bank Governor Philip Lowe kept the cash rate at 1.5 percent, as expected by all economists and where it™s stood since August 2016. The Australian dollar this week dropped to its lowest level in more than a year, driven by increasing anxiety that a trade war could send shock waves through commodity markets that the nation depends upon.

œOne uncertainty regarding the global outlook stems from the direction of international trade policy in the United States, Lowe said in a statement. œThere have also been strains in a few emerging market economies, largely for country-specific reasons.

The local dollar was little changed, trading at 73.42 U.S. cents at 2:33 p.m. in Sydney.

The RBA is prepared to be patient, making clear to firms and households it doesn™t intend to lift rates until the labor market tightens sufficiently to drive up wages and inflation. While the U.S. economy is motoring and likely to accelerate as tax cuts juice growth, Australia is the most China-dependent developed economy and the prospect of rising protectionism between the world™s biggest economies is a serious external threat.

Source : Bloomberg

RELATED NEWS

Swiss National Bank keeps rates steady at -0.75%, as widely expected
Thursday, 20 September 2018 14:54 WIB

Anggota dewan Swiss National Bank (SNB) memutuskan untuk meninggalkan suku bunga deposito acuan tidak berubah di -0,75% pada penilaian moneter kuartalan yang diadakan hari ini. Bank sentral mempertahankan Target Jangkauan Libor 3-bulan stabil antara -1,25% hingga -0,25%, seperti yang diharapkan sec...

BoJ leaves monetary policy unchanged
Wednesday, 19 September 2018 10:31 WIB

Pada pertemuan kebijakan moneternya hari ini, Bank of Japan (BoJ) tidak mengubah pengaturan kebijakan moneternya, menahan suku bunga di -10bps sambil mempertahankan target hasil 10% JGB pada 0,00%. BoJ memberikan 7 hingga 2 suara, meninggalkan janjinya untuk membeli JGB (Obligasi Pemerintah Jepang)...

ECB Draghi : Do More To Shore Up Banking Sector
Tuesday, 18 September 2018 15:52 WIB

Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi mendesak pemerintah zona euro pada hari Selasa untuk mengambil tindakan lebih lanjut untuk menopang sektor perbankan di kawasan tersebut, termasuk dengan membuat rencana asuransi umum untuk deposito bank. Berbicara di Paris, Mr. Draghi mengatakan bahwa semen...

European Central Bank Leaves Monetary Policy Unchanged
Thursday, 13 September 2018 19:05 WIB

Bank Sentral Eropa, seperti yang diharapkan menetapkan suku bunga tidak berubah pada hari Kamis dan menegaskan kembali rencananya untuk mengurangi ukuran program pembelian obligasi bulan depan dan mengakhiri pembelian pada bulan Desember. ECB meninggalkan suku bunga pinjaman utamanya, yang dikenal ...

Bank of England Keeps Rate Unchanged, Upgrades Growth Forecast
Thursday, 13 September 2018 18:16 WIB

Bank of England (BoE) mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah setelah mengangkatnya ke level tertingginya sejak 2009 pada bulan lalu. Komite Kebijakan Moneter, yang dipimpin oleh Gubernur Mark Carney, memilih dengan suara bulat untuk mempertahankan suku bunga sebesar 0,75 persen, seperti y...

ANOTHER NEWS
Asia Shares Retreat as Japan Falls, Traders Await Fed's Comments
Wednesday, 26 September 2018 10:23 WIB Asian shares declined as Japanese equities snapped a seven-day rally and investors awaited a decision from the U.S. Federal Reserve meeting. The MSCI AC Asia Pacific Index fell 0.1 percent as of 10:42 a.m. in Hong Kong, led by consumer...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.