Fed sees 'near-term' rate hike as likely, but inflation doubts grow
Thursday, 23 November 2017 02:15 WIB | FISCAL & MONETARY |Federal ReserveFOMCThe Fed

The Federal Reserve in early November viewed a "near-term" increase in interest rates as likely, but top officials also expressed more alarm about persistently low inflation in a sign the bank might not be aggressive in 2018 as previously expected.

The language from the Fed's Oct. 31-Nov. 1 meeting was softer than in the September discussions, reflecting worries that low inflation might also be a result of "developments that could prove more persistent," according to the Fed minutes released Wednesday.

Despite the nagging doubt the Fed still appears on the cusp of raise interest rates again soon. The benchmark fed funds rate, now between 1% and 1.25%, is likely to be raised a quarter-point at the bank's Dec. 12-13 meeting, Wall Street predicts.

The big question is whether the Fed will stick to three planned rate increases in 2018 if inflation remains low. The outlook is also clouded by the pending departure of Chairwoman Janet Yellen, who'll be replaced by board member Jerome Powell early next year.

Source: Marketwatch

RELATED NEWS

Majority on Fed believe interest-rate policy will have to become restrictive
Thursday, 18 October 2018 01:38 WIB

Mayoritas pejabat senior Federal Reserve percaya bahwa suku bunga akan terus meningkat sampai kebijakan menjadi restriktif, menurut laporan pertemuan September bank sentral yang dirilis pada hari Rabu. "Beberapa" pejabat berpikir kebijakan harus tetap "benar-benar restriktif untuk sementara waktu" ...

RBA's Lowe Keeps Benchmark Interest Rate at 1.5%
Tuesday, 2 October 2018 11:49 WIB

Mengikuti versi pernyataan yang diformat ulang pada hari Selasa di situs web Reserve Bank of Australia, setelah Gubernur Philip Lowe dan dewannya mempertahankan target suku bunga semalam sebesar 1,5 persen. Pada pertemuan hari ini, Dewan memutuskan untuk membiarkan suku bunga tidak berubah pada 1,5...

Fed Hikes Interest Rates, Signals Strong Support For Another Increase in December
Thursday, 27 September 2018 01:22 WIB

The Federal Reserve pada hari Rabu menaikkan suku bunga untuk ketiga kalinya pada tahun ini dan mengisyaratkan itu bersiap untuk meningkat lagi pada bulan Desember, karena juga mengubah bahasa yang bisa berarti melambat dalam laju kenaikan di masa depan. Setelah pertemuan dua hari berakhir, Fed men...

Swiss National Bank keeps rates steady at -0.75%, as widely expected
Thursday, 20 September 2018 14:54 WIB

Anggota dewan Swiss National Bank (SNB) memutuskan untuk meninggalkan suku bunga deposito acuan tidak berubah di -0,75% pada penilaian moneter kuartalan yang diadakan hari ini. Bank sentral mempertahankan Target Jangkauan Libor 3-bulan stabil antara -1,25% hingga -0,25%, seperti yang diharapkan sec...

BoJ leaves monetary policy unchanged
Wednesday, 19 September 2018 10:31 WIB

Pada pertemuan kebijakan moneternya hari ini, Bank of Japan (BoJ) tidak mengubah pengaturan kebijakan moneternya, menahan suku bunga di -10bps sambil mempertahankan target hasil 10% JGB pada 0,00%. BoJ memberikan 7 hingga 2 suara, meninggalkan janjinya untuk membeli JGB (Obligasi Pemerintah Jepang)...

ANOTHER NEWS
Nikkei Falls on Hawkish Fed Minutes, Weaker Exports Hammer Machinery Firms
Thursday, 18 October 2018 10:24 WIB Japan™s Nikkei fell on Thursday in choppy trade, as hawkish minutes from the U.S. Federal Reserve™s last policy meeting knocked global sentiment and a surprise decline in exports hit machinery makers. The Nikkei share average dropped 0.5...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.