Penjualan Ritel UK Secara Tak Terduga Turun, Jalani Awal Kuartal yang Buruk
Thursday, 15 November 2018 16:46 WIB | EUROPE |

Pengecer UK menjalani awal kuartal keempat yang buruk seiring penjualan secara tak terduga turun untuk bulan kedua di bulan Oktober.

Volume barang yang dijual di toko-toko dan online turun 0,5 persen dari September, Kantor Statistik Nasional mengatakan Kamis. Perkiraan median dalam survei Bloomberg adalah untuk kenaikan 0,2 persen.

Penurunan itu merupakan  yang terbesar dalam tujuh bulan.

Penjualan ritel tidak termasuk bahan bakar auto turun 0,4 persen. Penjualan barang-barang rumah tangga turun 3 persen, penjualan pakaian turun 1 persen dan penjualan di toko "lainnya" turun 1,4 persen.

Penurunan sebagian diimbangi dengan belanja di department store dan penjualan makanan, yang naik 0,4 persen dalam rebound dari September yang lemah.

Tekanan pada konsumen melemah, dengan pertumbuhan gaji sekarang berjalan dengan nyaman di depan inflasi. Tetapi gaji riil tetap jauh di bawah level sebelum krisis keuangan.

Jumlah uang yang dihabiskan secara online telah meningkat enam kali lipat selama dekade terakhir dan menyumbang 18 persen dari total penjualan pada bulan Oktober.

Penjualan ritel 3 persen lebih tinggi dalam tiga bulan hingga Oktober dibandingkan tahun sebelumnya; naik 2,2 persen tahun ke tahun di bulan Oktober. Survei dilakukan antara 30 September sampai 27 Oktober.

Penjualan pada bulan September turun 0,4 persen dibandingkan 0,8 persen yang dilaporkan sebelumnya. Revisi tidak berdampak pada PDB, dengan penjualan naik 1,2 persen yang tidak direvisi pada kuartal ketiga karena cuaca panas mendorong konsumen untuk berbelanja. (Sdm)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS

German Services Hold Up Output as Manufacturers Struggle
Friday, 21 June 2019 14:53 WIB

Output from Germany's private sector remained unchanged in June, as a decline in manufacturing was offset by continued growth in services. A flash reading of the country's composite Purchasing Managers' Index stayed at 52.6 in June, IHS Markit said on Friday, a slightly better reading tha...

U.K. Wages Grow at Fastest Pace Since 2008 in Tight Labor Market
Tuesday, 22 January 2019 17:09 WIB

Britons are enjoying the strongest wage growth since the financial crisis a decade ago as the labor market tightens. Average earnings excluding bonuses continued to increase an annual 3.3 percent in the three months through November and unemployment fell to 4 percent, matching the lowest since 1975...

Retailer Inggris Dapatkan Dorongan Black Friday seiring Penjualan Melonjak
Thursday, 20 December 2018 17:06 WIB

Black Friday memberikan pengecer Inggris dorongan tak terduga menjelang periode perdagangan kunci Natal. Volume barang yang dijual di toko dan online melonjak 1,4 persen pada bulan November, lonjakan terbesar dalam enam bulan, setelah dua bulan penurunan. Peningkatan hanya 0,3 persen diperkirakan d...

Kepercayaan bisnis Jerman merosot pada bulan Desember
Tuesday, 18 December 2018 17:36 WIB

Kepercayaan bisnis Jerman turun lebih dari yang diharapkan pada bulan Desember, menunjukkan bahwa ekonomi terbesar di Eropa bisa menghadapi patch lembut yang berlarut-larut di tengah ketegangan perdagangan internasional. Indeks iklim bisnis Ifo yang diawasi ketat turun menjadi 101 pada bulan Desemb...

Biaya Makanan Turun, Inflasi Inggris Secara Tak Terduga Tetap di 2,4%
Wednesday, 14 November 2018 16:52 WIB

Kenaikan yang diantisipasi dalam inflasi Inggris gagal terwujud bulan lalu seiring harga makanan, pakaian, dan transportasi menurun. Pertumbuhan harga konsumen tahunan tetap di 2,4 persen pada Oktober, Kantor Statistik Nasional mengatakan pada hari Rabu. Angka tersebut di bawah 2,5 persen yang dipr...

ANOTHER NEWS
Dollar nurses loses; pounds fate tied to EU summit
Thursday, 17 October 2019 08:36 WIB The dollar found support on Thursday having weakened on lacklustre U.S. retail data, while the volatile pound was on edge as Britain and the European Union scrambled to secure a last-minute Brexit deal. Sterling swung about a five-month high...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.