Jumlah pekerja Uni Eropa di Inggris bukukan penurunan rekor
Tuesday, 13 November 2018 17:11 WIB | EUROPE |

Jumlah pekerja di Inggris yang berasal dari tempat lain di Uni Eropa membukukan penurunan tertajam dalam rekor pada bulan September, menandakan bahwa Inggris yang akan keluar dari Uni Eropa menjadi kurang menarik bagi mereka yang mencari kerja di benua itu.

Jumlah warga negara Uni Eropa yang bekerja di Inggris turun 132.000 secara tahunan sampai September, penurunan tahunan terbesar sejak rekor yang sebanding dimulai pada tahun 1997, Kantor Statistik Nasional mengatakan Selasa.

Penurunan ini didorong oleh penurunan jumlah pekerja dari Polandia, Republik Ceko, dan enam negara Eropa Timur lainnya yang bergabung dengan UE pada 2004. Jumlah warga negara dari negara-negara yang dipekerjakan di Inggris turun 15%, Kata ONS.

Inggris telah lama menjadi magnet bagi warga Eropa yang mencari pekerjaan tetapi angka Selasa menunjukkan bahwa daya tarik Inggris mulai berkurang. Dan Brexit bukan satu-satunya faktor yang memberi pengaruh: Pertumbuhan di zona euro dan Uni Eropa yang lebih luas telah meningkat setelah periode panjang stagnasi, dengan pertumbuhan upah di beberapa bagian blok berakselerasi dengan cepat.

Ketidakpuasan atas tingkat imigrasi yang tinggi merupakan faktor signifikan di balik keputusan Inggris tahun 2016 untuk keluar dari Uni Eropa. Inggris akan meninggalkan Uni Eropa pada Maret tahun depan namun Perdana Menteri Inggris Theresa May belum menyetujui persyaratan untuk perpisahan dengan Brussels.

ONS mengatakan Selasa bahwa pengangguran di Inggris naik 21.000 dalam tiga bulan hingga September, membuat tingkat pengangguran naik menjadi 4,1% dari 4,0%.

Pertumbuhan upah, bagaimanapun, berakselerasi ke laju tercepatnya dalam hampir satu dekade. Penghasilan rata-rata tidak termasuk bonus 3,2% lebih tinggi pada bulan September dibandingkan tahun sebelumnya. (Sdm)

Sumber: Marketwatch

RELATED NEWS

German Services Hold Up Output as Manufacturers Struggle
Friday, 21 June 2019 14:53 WIB

Output from Germany's private sector remained unchanged in June, as a decline in manufacturing was offset by continued growth in services. A flash reading of the country's composite Purchasing Managers' Index stayed at 52.6 in June, IHS Markit said on Friday, a slightly better reading tha...

U.K. Wages Grow at Fastest Pace Since 2008 in Tight Labor Market
Tuesday, 22 January 2019 17:09 WIB

Britons are enjoying the strongest wage growth since the financial crisis a decade ago as the labor market tightens. Average earnings excluding bonuses continued to increase an annual 3.3 percent in the three months through November and unemployment fell to 4 percent, matching the lowest since 1975...

Retailer Inggris Dapatkan Dorongan Black Friday seiring Penjualan Melonjak
Thursday, 20 December 2018 17:06 WIB

Black Friday memberikan pengecer Inggris dorongan tak terduga menjelang periode perdagangan kunci Natal. Volume barang yang dijual di toko dan online melonjak 1,4 persen pada bulan November, lonjakan terbesar dalam enam bulan, setelah dua bulan penurunan. Peningkatan hanya 0,3 persen diperkirakan d...

Kepercayaan bisnis Jerman merosot pada bulan Desember
Tuesday, 18 December 2018 17:36 WIB

Kepercayaan bisnis Jerman turun lebih dari yang diharapkan pada bulan Desember, menunjukkan bahwa ekonomi terbesar di Eropa bisa menghadapi patch lembut yang berlarut-larut di tengah ketegangan perdagangan internasional. Indeks iklim bisnis Ifo yang diawasi ketat turun menjadi 101 pada bulan Desemb...

Penjualan Ritel UK Secara Tak Terduga Turun, Jalani Awal Kuartal yang Buruk
Thursday, 15 November 2018 16:46 WIB

Pengecer UK menjalani awal kuartal keempat yang buruk seiring penjualan secara tak terduga turun untuk bulan kedua di bulan Oktober. Volume barang yang dijual di toko-toko dan online turun 0,5 persen dari September, Kantor Statistik Nasional mengatakan Kamis. Perkiraan median dalam survei Bloomberg...

ANOTHER NEWS
Hong Kong stocks end with healthy gains (Review)
Friday, 6 December 2019 04:31 WIB Hong Kong stocks rose Thursday as trade hopes returned following a report saying US and Chinese officials were closing in on a mini deal. The Hang Seng index added 0.59 percent, or 154.48 points, to 26,217.04. The benchmark Shanghai Composite...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.