Housing costs dorong inflasi lebih tinggi pada bulan Sept., CPI menunjukkan
Thursday, 11 October 2018 19:52 WIB | UNITED STATES |

Biaya sewa dan kepemilikan rumah yang lebih tinggi mendorong harga konsumen lebih tinggi pada bulan September, namun inflasi secara lebih luas melambat setelah kenaikan terakhir.

Indeks harga konsumen naik 0,1% pada bulan September untuk mencatatkan kenaikan keenam berturut-turut, kata pemerintah Kamis. Ekonom yang disurvei oleh MarketWatch telah memperkirakan kenaikan 0,2%.

Namun peningkatan biaya hidup selama 12 bulan terakhir melambat lagi menjadi 2,3% dari 2,7%, pemerintah mengatakan Kamis. Dua bulan lalu, tingkat tahunan mencapai posisi tertinggi enam tahun sebesar 2,9%.

Indeks yang dicermati lebih dekat, yang mengeluarkan makanan dan energi juga naik 0,1% bulan lalu. Indeks dikenal sebagai tingkat inti inflasi.

Peningkatan tahunan dalam tingkat inti datar pada 2,2%.

Sekitar setengah dari kenaikan indeks harga konsumen bulan lalu terkait dengan harga sewa dan biaya kepemilikan rumah yang lebih tinggi.

Biaya pakaian meningkat untuk pertama kalinya dalam empat bulan dan biaya medis meningkat untuk pertama kalinya dalam tiga bulan. Harga tiket pesawat dan asuransi mobil juga naik.

Meskipun harga bensin sebenarnya naik bulan lalu, bensin tidak naik sebanyak yang biasanya dilakukan pada bulan September. Dengan demikian penyesuaian musiman mengakibatkan harga bensin menunjukkan penurunan.

Harga makanan tidak berubah. Biaya kendaraan yang digunakan turun tajam.

Ada kabar baik bagi para pekerja. Setelah disesuaikan dengan inflasi, upah per jam naik solid 0,3% pada bulan September. Upah per jam naik 0,5% dalam satu tahun terakhir.

Ekonomi AS berada dalam kondisi terkuat dalam dua dekade, dengan lowongan pekerjaan berada pada rekor tinggi dan pengangguran berada di tingkat terendah 48 tahun. (Sdm)

Sumber: Marketwatch

RELATED NEWS

U.S. Trade Deficit Narrows as Exports, Imports Both Plummet
Thursday, 6 June 2019 19:54 WIB

The U.S. trade deficit narrowed in April as both exports and imports tumbled, highlighting the impact of President Donald Trump™s tariffs even before negotiations with China unraveled and he threatened levies on Mexican goods. The deficit in goods and services shrank to $50.8 billi...

U.S. Service-Industry Gauge Tops Forecasts on Employment Boost
Wednesday, 5 June 2019 21:22 WIB

U.S. service industries expanded at the best pace since February amid a rebound in employment, a signal of labor- market strength before the government™s jobs report due Friday. The non-manufacturing index rose to 56.9 in May, according to an Institute for Supply Management survey Wedne...

Asian markets closed for holiday
Monday, 31 December 2018 09:15 WIB

Financial markets in Indonesia, Japan, the Philippines and South Korea are closed on Monday for a public holiday. AFP...

Penjualan ritel AS melonjak pada Oktober setelah turun beruntun pertama dalam 5 tahun
Thursday, 15 November 2018 20:42 WIB

Penjualan di pengecer AS melonjak pada Oktober setelah penurunan back-to-back pertama dalam lebih dari lima tahun, meskipun sebagian besar uang itu dihabiskan untuk gas, mobil dan truk baru. Penjualan ritel melompat 0,8% bulan lalu, pemerintah mengatakan Kamis. Ekonom yang disurvei oleh MarketWatch...

Inflasi konsumen AS catatkan lonjakan terbesar dalam sembilan bulan
Wednesday, 14 November 2018 20:49 WIB

Amerika membayar lebih pada bulan Oktober untuk gas, sewa dan kendaraan bekas, memicu kenaikan terbesar dalam inflasi konsumen dalam sembilan bulan. Indeks harga konsumen naik 0,3% pada Oktober untuk mencatatkan kenaikan terbesar sejak Januari, kata pemerintah Rabu. Ini juga cocok dengan perkiraan ...

ANOTHER NEWS
Oil falls nearly 5% for biggest weekly drop since 2008
Saturday, 29 February 2020 02:53 WIB U.S. oil prices experienced their steepest weekly fall since 2008 as the spread of the coronavirus stokes fears of slowing global demand. Investors are increasingly worried as the virus has spread beyond its epicenter in China to more than 40...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.