Di luar Perkiraan, Harga Grosir AS Tunjukkan Penurunan Pertama sejak 2016
Thursday, 11 January 2018 20:56 WIB | UNITED STATES |

Harga grosir AS turun pada bulan Desember untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu tahun menyusul penurunan biaya untuk layanan yang mana menjadi tanda potensial bahwa tekanan inflasi dalam ekonomi melemah.

Indeks harga produsen turun 0,1% secara bulanan (perkiraan 0,2%) setelah kenaikan 0,4% pada bulan sebelumnya; Penurunan itu merupakan yang pertama sejak Agustus 2016.

PPI naik 2,6% dari tahun sebelumnya (est.3%) setelah kenaikan 3,1% dalam periode 12 bulan sebelumnya.

Indeks inti tidak termasuk makanan dan energi, turun 0,1% secara bulanan (perkiraan menguat 0,2%); naik 2,3% secara tahunan.

Sebagian besar penurunan bulanan PPI mencerminkan penurunan 0,2 persen pada biaya layanan, sementara harga barang tidak berubah. Penurunan untuk indeks ritel bahan bakar otomotif menjadi pendorong utama, seiring dengan turunnya biaya untuk layanan pinjaman, layanan penumpang penumpang dan ritel pakaian jadi.

PPI tidak termasuk makanan, energi, dan layanan perdagangan, indeks yang disukai beberapa ekonom karena mengeluarkan komponen yang paling mudah bergerak, naik 2,3 persen dari Desember 2016 setelah kenaikan 2,4 persen.

Dengan inflasi yang masih di bawah target Federal Reserve, laporan PPI kemungkinan akan memberikan fokus tambahan pada data Departemen Tenaga Kerja menyusul rilis data untuk harga konsumen hari Jumat. Itu akan memberikan indikasi yang lebih baik mengenai arah inflasi dan bagaimana hal tersebut akan menjadi faktor dalam pembahasan bank sentral mengenai seberapa cepat mereka akan menaikkan suku bunga pada tahun 2018.

Biaya produsen tidak termasuk kategori volatile seperti makanan, energi, and jasa perdagangan, naik 0,1 persen dari bulan sebelumnya setelah kenaikan 0,4 persen.

Harga energi tidak berubah dari bulan sebelumnya; biaya makanan turun 0,7 persen.

Margin ritel untuk bahan bakar dan pelumas otomotif turun 10,7 persen; layanan penumpang turun 4,3 persen, penurunan terbesar sejak Februari 2009. (sdm)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS

U.S. Trade Deficit Narrows as Exports, Imports Both Plummet
Thursday, 6 June 2019 19:54 WIB

The U.S. trade deficit narrowed in April as both exports and imports tumbled, highlighting the impact of President Donald Trump™s tariffs even before negotiations with China unraveled and he threatened levies on Mexican goods. The deficit in goods and services shrank to $50.8 billi...

U.S. Service-Industry Gauge Tops Forecasts on Employment Boost
Wednesday, 5 June 2019 21:22 WIB

U.S. service industries expanded at the best pace since February amid a rebound in employment, a signal of labor- market strength before the government™s jobs report due Friday. The non-manufacturing index rose to 56.9 in May, according to an Institute for Supply Management survey Wedne...

Asian markets closed for holiday
Monday, 31 December 2018 09:15 WIB

Financial markets in Indonesia, Japan, the Philippines and South Korea are closed on Monday for a public holiday. AFP...

Penjualan ritel AS melonjak pada Oktober setelah turun beruntun pertama dalam 5 tahun
Thursday, 15 November 2018 20:42 WIB

Penjualan di pengecer AS melonjak pada Oktober setelah penurunan back-to-back pertama dalam lebih dari lima tahun, meskipun sebagian besar uang itu dihabiskan untuk gas, mobil dan truk baru. Penjualan ritel melompat 0,8% bulan lalu, pemerintah mengatakan Kamis. Ekonom yang disurvei oleh MarketWatch...

Inflasi konsumen AS catatkan lonjakan terbesar dalam sembilan bulan
Wednesday, 14 November 2018 20:49 WIB

Amerika membayar lebih pada bulan Oktober untuk gas, sewa dan kendaraan bekas, memicu kenaikan terbesar dalam inflasi konsumen dalam sembilan bulan. Indeks harga konsumen naik 0,3% pada Oktober untuk mencatatkan kenaikan terbesar sejak Januari, kata pemerintah Rabu. Ini juga cocok dengan perkiraan ...

POPULAR NEWS
Monday, 21 October 2019 12:31
Gold Prices Inch Down Despite Brexit Worries
Monday, 21 October 2019 15:47
US futures point to slightly higher open
ANOTHER NEWS
Stocks trade mixed at market open as third-quarter earnings pour in
Tuesday, 22 October 2019 20:57 WIB U.S. stocks mostly edged higher at the start of trade Tuesday as investors parsed a bevy of third-quarter earnings reports and continued to monitor developments in U.S.-China trade negotiations. The Dow Jones Industrial Average fell about 5...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.