Japan's Wage Gains Accelerate in November Despite Gloomy Outlook
Wednesday, 9 January 2019 07:18 WIB | ASIA |JepangEkonomi Jepang

Japanese wages rose more than expected in November, offering hope of stronger consumer spending that could fuel inflation if gains are sustained.

Overall labor cash earnings increased 2 percent from a year ago, compared with a 1.5 percent gain in October. The gain was the fourth increase of at least 2 percent in the last nine months.

Prime Minister Shinzo Abe has repeatedly called on companies to make bigger pay increases to help achieve a cycle of stronger consumption and inflation that government and Bank of Japan policy makers believe is needed to achieve stable price growth.

Driven by the tightest labor market in decades, wages in Japan have grown moderately since mid-2017, but not consistently at the pace needed to push inflation to the BOJ™s target of 2 percent.

November™s surprisingly strong data suggests companies are having to raise pay to attract workers despite their reluctance to boost wages amid trade tensions, a slowdown in China and other economic uncertainties. Still, the sustainability of the latest gains remains in doubt.

The labor ministry said it is currently exploring why recent wage data on businesses with over 500 employees has been based on a sample rather than a comprehensive survey.

Real wages, which are adjusted for inflation, increased 1.1 percent (forecast +0.4 percent), following a 0.1 percent decline the previous month.

Source: Bloomberg

RELATED NEWS

Japan's Household Spending Falls as Wage Gains Remain Subdued
Friday, 7 December 2018 08:32 WIB

Rumah tangga Jepang secara tak terduga memangkas pengeluaran pada bulan Oktober seiring kenaikan moderat upah, menunjukkan kelanjutan pelemahan dalam konsumsi yang dapat membebani setiap rebound dari kontraksi ekonomi pada kuartal ketiga. Pengeluaran rumah tangga turun 0,3 persen dari tahun sebelum...

Australia's Economy Expands Less Than Expected; Currency Drops
Wednesday, 5 December 2018 08:08 WIB

Ekonomi Australia berekspansi kurang dari yang diperkirakan dalam tiga bulan hingga September di tengah konsumsi yang lamban dan seiring konstruksi komersial menurun. Mata uang merosot hampir setengah sen AS. Produk domestik bruto naik 0,3 persen dari kuartal kedua dibandingkan estimasi median ekon...

Caixin PMI: China factory activity rose in October
Thursday, 1 November 2018 11:33 WIB

Aktivitas di pabrik-pabrik China kembali ke wilayah ekspansi pada bulan Oktober setelah stagnan pada bulan September, indeks swasta menunjukkan, berbeda dengan data resmi yang menunjukkan ekspansi yang lebih lemah. Indeks manajer pembelian manufaktur Caixin China naik tipis menjadi 50,1 pada Oktobe...

China Manufacturing PMI Worsens in October as Trade War Bites
Wednesday, 31 October 2018 08:17 WIB

Indeks aktivitas resmi di sektor manufaktur China memburuk pada bulan Oktober seiring dampak dari perang dagang yang sedang berlangsung dengan AS memukul domestik. Indeks manajer pembelian manufaktur turun menjadi 50,2 bulan ini dari 50,8 pada bulan September, meleset dari prediksi median sebesar 5...

Australia's Core Inflation Weaker Than Forecast in Third Quarter
Wednesday, 31 October 2018 07:54 WIB

Inflasi inti tahunan Australia lebih lemah dari perkiraan dalam tiga bulan hingga September, menunjukkan jeda suku bunga jangka panjang bank sentral telah berjalan lebih jauh. Inflasi rata-rata kuartalan, indeks inti utama, naik 0,4% vs sekitar 0,4%; annual trimmed mean tahunan 1,8% vs perkiraan 1,...

ANOTHER NEWS
Gold Holds Near Two-Week Low as Dollar Builds on Gains
Tuesday, 21 May 2019 17:47 WIB Gold held near a two-week low as the latest twists in the U.S.-China trade war fanned support for the dollar. Spot gold -0.1% at $1,276.10/oz in London.Price reached $1,273.71 on Monday, lowest since May 3. Beijing™s ambassador to the...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.