Manufaktur Cina Melemah di Tengah Kampanye Polusi dan Leverage
Wednesday, 31 January 2018 08:24 WIB | ASIA |

Indeks pabrik resmi China meleset dari perkiraan seiring pejabat mendorong kebijakan untuk mengendalikan hutang dan mengurangi polusi.

Indeks manajer pembelian manufaktur turun menjadi 51,3 di bulan Januari, dibandingkan dengan perkiraan 51,6 dalam survei ekonom Bloomberg dan 51,6 bulan sebelumnya.

PMI non manufaktur berada di angka 55,3, dibandingkan dengan 55 pada bulan Desember, Biro Statistik Nasional mengatakan pada hari Rabu

Indeks komposit baru yang mencakup baik layanan dan manufaktur dirilis untuk pertama kalinya; berada di angka 54,6

Angka di atas 50 menunjukkan kondisi membaik sementara angka di bawahnya mengindikasikan kontraksi

Perekonomian membatasi akselerasi penuh tahun pertamanya sejak 2010 di tengah pemulihan global dan refleksi industri yang meluas. Sementara indikator ekonomi awal mengindikasikan start yang solid untuk tahun ini, kebijakan untuk membersihkan polusi dan peminjaman yang berlebihan mungkin membebani pertumbuhan.

"Sebagai upaya perlindungan dan pembersihan lingkungan pemerintah yang terus berlanjut hingga musim panas, produksi industri dan kegiatan investasi terkait harus mengurangi aktivitas pada kuartal ini," Wang Tao, pimpinan riset ekonomi China di UBS Group AG di Hong Kong, menulis dalam sebuah laporan. (Sdm)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS

China's Factory Outlook Improves More than Expected in September
Monday, 30 September 2019 09:02 WIB

A report on the health of China™s manufacturing sector improved in September, although it was still below the line indicating contraction. The manufacturing purchasing managers™ index rose to to 49.8, according to data released by the National Bureau of Statistics on Monday. That™s ...

Japan's Wage Gains Accelerate in November Despite Gloomy Outlook
Wednesday, 9 January 2019 07:18 WIB

Japanese wages rose more than expected in November, offering hope of stronger consumer spending that could fuel inflation if gains are sustained. Overall labor cash earnings increased 2 percent from a year ago, compared with a 1.5 percent gain in October. The gain was the fourth increase of at leas...

Pengeluaran Rumah Tangga Jepang Turun seiring Kenaikan Upah Tetap Lemah
Friday, 7 December 2018 08:32 WIB

Rumah tangga Jepang secara tak terduga memangkas pengeluaran pada bulan Oktober seiring kenaikan moderat upah, menunjukkan kelanjutan pelemahan dalam konsumsi yang dapat membebani setiap rebound dari kontraksi ekonomi pada kuartal ketiga. Pengeluaran rumah tangga turun 0,3 persen dari tahun sebelum...

Ekonomi Australia Berekspansi Kurang Dari Yang Diperkirakan; Mata Uang Turun
Wednesday, 5 December 2018 08:08 WIB

Ekonomi Australia berekspansi kurang dari yang diperkirakan dalam tiga bulan hingga September di tengah konsumsi yang lamban dan seiring konstruksi komersial menurun. Mata uang merosot hampir setengah sen AS. Produk domestik bruto naik 0,3 persen dari kuartal kedua dibandingkan estimasi median ekon...

Caixin PMI: Aktivitas pabrik Cina meningkat pada bulan Oktober
Thursday, 1 November 2018 11:33 WIB

Aktivitas di pabrik-pabrik China kembali ke wilayah ekspansi pada bulan Oktober setelah stagnan pada bulan September, indeks swasta menunjukkan, berbeda dengan data resmi yang menunjukkan ekspansi yang lebih lemah. Indeks manajer pembelian manufaktur Caixin China naik tipis menjadi 50,1 pada Oktobe...

ANOTHER NEWS
Dow rises at open as Boeing beats on revenue, expresses 737-Max optimism
Wednesday, 23 October 2019 20:52 WIB U.S. stocks traded mixed at the start of trade Wednesday, with the Dow Jones Industrial Average boosted by shares of embattled Boeing Co. after the company issued third-quarter earnings that missed analyst expectations, but beat on revenue and...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.