U.K. Retail Sales Climb as Weather, Royal Wedding Boost Spending
Thursday, 14 June 2018 15:51 WIB | ECONOMY |Ekonomi inggris

U.K. retail sales jumped more than economists forecast in May as warm weather and the Royal Wedding prompted consumers to spend.

Sales climbed 1.3 percent from April, compared with a median estimate of a 0.5 percent gain in a Bloomberg survey. The increase was led by food and clothing, according to data from the Office for National Statistics in London. Excluding auto fuel, sales rose 1.3 percent. 

A scorching early May bank holiday and above-average temperatures throughout the month prompted Britons to splash the cash, delivering a welcome boost to beleaguered retailers after snowstorms hit sales in the first quarter and brought economic growth to a near standstill. Sales were further boosted by the May 19 wedding of Prince Harry which coincided with soccer's FA Cup Final.

From a year ago, retail sales increased 3.9 percent in May, well above the 2.4 percent forecast. Excluding fuel, annual growth was 4.4 percent.

The figures suggest the bounceback from weaker figures at the start of the year is continuing as households emerge from a year of shrinking real incomes after the vote to leave the European Union battered the pound and stoked inflation. 

Over three months, sales gained 0.9 percent from the previous period, the ONS said. Retail spending is almost certain to contribute to the second quarter, barring a record slump in June.

Source : Bloomberg

RELATED NEWS

U.S. retail sales jump 0.8% in May, point to strong second-quarter GDP
Thursday, 14 June 2018 20:02 WIB

Penjualan di toko ritel melonjak pada bulan Mei, tetapi peningkatannya merupakan pedang bermata dua. Tetapi meningkatnya inflasi juga mengakibatkan konsumsi lebih untuk gas dan bahan pokok lainnya. Penjualan ritel nasional melonjak 0,8% bulan lalu, dua kali lebih tinggi dari perkiraan MarketWatch. ...

Wholesale inflation surges in May due to higher oil prices, PPI show
Wednesday, 13 June 2018 20:10 WIB

Biaya grosir di AS melonjak pada Mei yang dikarenakan kenaikan harga minyak, sehingga menambahkan tekanan pada inflasi dalam pertumbuhan ekonomi yang ditandai oleh tersendatnya pasokan serta semakin berkurangnya tenaga kerja terampil. Indeks harga produsen melonjak 0,5% pada bulan Mei, Departemen T...

UK CPI steadies at 2.4 percent y/y in May, misses estimates
Wednesday, 13 June 2018 15:55 WIB

Tingkat Indeks Harga Konsumen (CPI) Inggris 12-bulan di 2,4% pada bulan Mei, tidak berubah dari pembacaan bulan April dan vs 2,5% yang diantisipasi, Office for National Statistics (ONS) Inggris melaporkan hari ini. Sementara itu, Indeks inflasi inti (tidak termasuk item volatile makanan dan energi)...

Consumer inflation rising at fastest pace in 6 years, CPI shows
Tuesday, 12 June 2018 19:48 WIB

Indeks harga konsumen (CPI) menunjukkan biaya hidup meningkat pada laju tercepat dalam enam tahun, ini menunjukan ekonomi AS yang kuat dan pasar tenaga kerja sangat ketat yang memicu inflasi. Indeks harga konsumen meningkat 0,2% pada bulan Mei, pemerintah mengatakan Selasa. Itu sejalan dengan perki...

U.K. Employment Rises More Than Forecast But Wage Growth Slows
Tuesday, 12 June 2018 16:08 WIB

Perekonomian Inggris terus menciptakan tenaga kerja dengan kecepatan yang sehat dalam tiga bulan hingga April tetapi pertumbuhan upah secara tak terduga melambat. Tingkat tenaga kerja mencapai rekor tertingginya sebesar 75,6 persen setelah ekonomi menambahkan 146.000 tenaga kerja, lebih dari 120.00...

ANOTHER NEWS
Stock market opens lower as U.S.-China trade fight intensifies
Friday, 15 June 2018 20:42 WIB U.S. stocks opened lower Friday as the U.S.-China trade dispute intensified. President Donald Trump announced tariffs on $50 billion worth of Chinese imports prompting Beijing to vow immediate retaliation. The Dow Jones Industrial Average declined...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.