Oil Drops as U.S. Stockpile Report Counters Supply Risk in Gulf
Wednesday, 15 May 2019 20:13 WIB | COMMODITY |MinyakWTIBrent

Oil fell as an industry report signaling a jump in U.S. stockpiles eased concerns over a supply crunch, even after a drone attack in Saudi Arabia highlighted the vulnerability of the country™s energy infrastructure.

Futures in New York declined 1% after closing up 1.2% on Tuesday. The American Petroleum Institute was said to report an 8.63 million-barrel weekly increase in crude inventories, calming supply fears after a Yemeni rebel attack on two Saudi pumping stations forced the kingdom to suspend its main cross-country crude link. In a further sign of tensions in the Persian Gulf, the U.S. ordered all non-emergency American government staff to leave Iraq.

Oil has swung between gains and losses this month as investors weigh an increasingly tense situation in the Gulf and supply disruptions in other OPEC nations against an escalating U.S.-China trade war that threatens to curb crude consumption. The International Energy Agency on Wednesday cut its demand-growth forecast, citing weak economic data in Asia.

West Texas Intermediate crude for June delivery fell 64 cents, or 1%, to $61.14 a barrel on the New York Mercantile Exchange at 8:32 a.m. local time. It dropped as much as 93 cents earlier, after closing up 74 cents on Tuesday.

Brent for July settlement was down 45 cents, or 0.6%, at $70.79 a barrel on the London-based ICE Futures Europe exchange after advancing 1.4% on Tuesday. The global benchmark contract traded at a $9.44 premium to WTI.

Source : Bloomberg

RELATED NEWS

Oil Set for Weekly Gain as OPEC+ Gathers Amid Gulf Tensions
Friday, 17 May 2019 18:29 WIB

Minyak Brent menuju kenaikan mingguan terbesarnya sejak pertengahan Februari lalu karena OPEC dan sekutunya berkumpul pada akhir pekan ini untuk mempertimbangkan kebijakan output dan meningkatnya ketegangan politik di Teluk Persia. Kontrak berjangka telah menambahkan 3,5% di London pada minggu ini....

Brent Oil Hovers Around $72 on Middle East Tensions
Thursday, 16 May 2019 19:47 WIB

Harga minyak naik pada Kamis ini untuk hari ketiga berturut-turut karena kekhawatiran gangguan pasokan di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dibayangi lonjakan pada persediaan minyak mentah AS. Minyak mentah berjangka Brent naik 35 sen pada level $ 72,12 per barel pada pukul 10:25 GMT, ...

Oil Rises as Saudi Arabia Reports Drone Attacks on Pump Stations
Tuesday, 14 May 2019 18:42 WIB

Minyak naik karena Arab Saudi melaporkan serangan pesawat tak berawak di stasiun pompa, peningkatan terbaru pada ketegangan di Timur Tengah setelah tanker terkena sabotase selama akhir pekan. Kontrak berjangka naik 1,2% di New York, membalikkan penurunan pada hari Senin. Drone tak dikenal menyerang...

Oil Prices Climb After Saudis Say Attacks Damaged Tankers
Monday, 13 May 2019 18:11 WIB

Harga minyak naik pada hari Senin setelah Arab Saudi mengatakan dua tanker minyaknya diserang di dekat Selat Hormuz pada akhir pekan. Menteri Perminyakan Saudi Khalid al-Falih mengatakan melalui kantor pers resmi negara itu bahwa ada "kerusakan signifikan" pada kedua kapal tanker itu, ketika kapal-...

Oil Pares Gains as U.S. Escalates Trade War With China
Friday, 10 May 2019 13:49 WIB

Harga minyak memangkas kenaikan sebelumnya pada hari Jumat setelah kenaikan tarif oleh Presiden AS Donald Trump atas barang-barang China senilai $ 200 miliar mulai berlaku, meningkatkan perselisihan perdagangan antara dua ekonomi terbesar di dunia dan konsumen minyak. Harga telah naik lebih dari 1 ...

ANOTHER NEWS
Hong Kong, Shanghai Shares End Tough Week on a Low (review)
Saturday, 18 May 2019 03:11 WIB Hong Kong stocks dived on Friday, topping off another torrid week, as investors fret about rising trade tensions between China and the United States. The Hang Seng Index fell 1.16 percent, or 328.61 points, to 27,946.46. The benchmark Shanghai...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.