Oil Halts Slide as OPEC Hints at Production-Cut Deal Extension
Tuesday, 17 April 2018 08:03 WIB | COMMODITY |

Oil halted declines to trade above $66 a barrel on optimism OPEC may extend its agreement to cut oil output and as analysts forecast a decline in U.S. crude stockpiles.

Futures in New York climbed 0.6 percent after posting the biggest loss in more than a week on Monday. The Organization of Petroleum Exporting Countries and allied producers will consider extending their output curbs into 2019, Kuwait Oil Minister Bakheet Al-Rashidi said. Meanwhile, analysts surveyed by Bloomberg forecast U.S. crude inventories fell last week after a surprise increase the previous week.

Oil surged to a three-year high last week after geopolitical risks such as the conflict in Syria and tensions between Saudi Arabia and Iran-backed rebels in Yemen raised concerns over potential supply disruptions. Record U.S. crude production remains a major concern for OPEC and its allies who have been battling to reduce a global inventory glut via supply reductions for the last 15 months.

West Texas Intermediate for May delivery climbed as much as 40 cents to $66.62 a barrel on the New York Mercantile Exchange, and traded at $66.59 at 9:33 a.m. in Tokyo. The contract fell $1.17 to close at $66.22 on Monday. Total volume traded was about 65 percent below the 100-day average.

Brent for June settlement added 35 cents to $71.77 a barrel on the London-based ICE Futures Europe exchange. The global benchmark crude traded at a $5.20 premium to June WTI.

Source : Bloomberg

RELATED NEWS

Oil Steadies as Political Risks Mingle With Economic Worries
Thursday, 18 April 2019 18:59 WIB

Minyak stabil di bawah level $ 64 per barel di New York karena ancaman berkelanjutan untuk pasokan dari krisis politik diimbangi oleh indikator yang mengecewakan pada ekonomi global. Kontrak berjangka untuk minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 12 sen, membawa kenaikan mereka minggu ini menjadi...

Oil Prices Rise For a Second Day on China Demand, U.S. Stockpile Drop
Wednesday, 17 April 2019 13:43 WIB

Harga minyak naik untuk hari kedua pada hari Rabu di tengah tanda-tanda permintaan yang kuat dari kilang di China, pengguna minyak mentah terbesar kedua di dunia, di tengah pengetatan pasokan karena produsen mengurangi produksi dan persediaan minyak di Amerika Serikat turun secara tak terduga. Miny...

Oil Rises as Supply Constraints Outweigh China Slowdown Fears
Friday, 12 April 2019 19:33 WIB

Harga minyak naik pada hari Jumat karena pemangkasan pasokan sukarela dari Venezuela, Libya dan Iran mendukung persepsi pasar yang semakin ketat, yang telah didukung oleh kesepakatan pengurangan produksi dari OPEC dan sekutunya. Kontrak berjangka untuk minyak mentah Brent berada di level $ 71,67 pe...

Oil Prices Slip as U.S. Stocks Surge, But Global Market Tightens
Thursday, 11 April 2019 19:52 WIB

Meningkatnya stok minyak mentah AS menyeret minyak lebih rendah pada hari Kamis tetapi harga terus menemukan pijakannya karena pemotongan yang dipimpin OPEC dan penurunan output Venezuela memperketat pasokan global. Minyak acuan internasional Brent berjangka berada di level $ 71,23 per barel pada p...

Oil Prices Firm Back to Near 5-Month Highs as OPEC Reveals March Cuts
Wednesday, 10 April 2019 19:59 WIB

Harga minyak berjangka menguat pada Rabu pagi, cenderung kembali mendekati penutupan tertinggi lima bulan yang dicapai awal pekan ini, karena investor mengamati laporan OPEC bulanan yang menunjukkan penurunan produksi Maret yang signifikan oleh kartel dan sekutunya. Produksi minyak OPEC turun secar...

ANOTHER NEWS
Dollar steady near 2-week high in quiet Good Friday trading
Friday, 19 April 2019 20:40 WIB The U.S. dollar is holding near a two-week high on Friday, on what should be a quiet session for currencies with most other major U.S. and global exchanges closed for the observance of Good Friday. The ICE Dollar Index, a measure of the...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.