Sterling falls as Brexit deal optimism fades
Friday, 9 November 2018 17:39 WIB | CURRENCIES |poundSterling,Poundsterling

Sterling fell on Friday after the U.S. dollar rallied and investors began to doubt recent optimism about an imminent Brexit deal.

The pound has traded as high as $1.3176 this week, a three-week high, after Britain appeared to be edging towards clinching an exit deal with the European Union.

But work remains to be done before an agreement is reached, with both sides struggling to decide on a mechanism for avoiding a hard border separating Northern Ireland and Ireland.

The Northern Irish party which props up Prime Minister Theresa May™s government said on Friday that her negotiations had raised alarm bells and that it would not support a Brexit deal that divided the United Kingdom.

Sterling dropped as much as half a percent to as low as $1.2986, back to levels it stood at on Monday, with much of the fall coming after investors flooded into dollars.

That move followed the U.S. Federal Reserve reiterating that it would stick to interest rate tightening in the face of a strengthening labour market.

Third-quarter GDP numbers showed a 0.6 percent rise from the previous three months, in line with a Reuters poll of analysts, figures from Britain™s Office for National Statistics (ONS) showed.

The pound also traded lower versus the euro, by 0.2 percent to 87.19 pence per euro.

Source: Reuters

RELATED NEWS

Dollar Falls as Fed's Clarida Says Interest Rates Near Neutral
Friday, 16 November 2018 23:10 WIB

Dolar jatuh pada hari Jumat setelah Richard Clarida, wakil ketua Federal Reserve, mengatakan bahwa suku bunga mendekati netral, tetapi mengindikasikan bahwa kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan Desember. Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekumpulan enam mata uang utam...

Dollar Slips as Fed's Clarida Speaks
Friday, 16 November 2018 21:08 WIB

Dolar jatuh ke titik terendah baru dalam perdagangan pagi di New York dan turun untuk minggu ini seiring saham berjangka AS dan ekuitas Eropa terbebani dan kekhawatiran bertahan tentang hubungan perdagangan AS-Cina. Mata uang juga tertekan lebih rendah menyusul komentar dari Wakil Ketua Federal Rese...

Sterling rebounds as PM May survives resignations; euro gains
Friday, 16 November 2018 15:58 WIB

Pound Inggris merengkuh kembali penurunannya pada hari Jumat seiring Perdana Menteri Theresa May berpegang pada rencana Brexit setelah pengunduran diri para menteri utama melemparkan kesepakatan perceraian dalam keraguan. Sterling pada Kamis mengalami hari terburuknya terhadap euro sejak 2016 setel...

EUR/USD: Back Above 200-Week MA Ahead of Draghi Speech
Friday, 16 November 2018 13:56 WIB

EUR/USD saat ini diperdagangkan di 1,1335, setelah mencatatkan terendah 1,1215 pada awal pekan ini. Pergerakan kembali di atas MA 200-minggu di 1,1308 bisa mendukung bull karena pergerakan rata-rata jangka panjang telah menempatkan lantai di bawah pasangan ini dalam dua minggu terakhir. Lebih lanju...

Dollar Rises After Jobless Claims Data
Friday, 16 November 2018 00:07 WIB

Dolar AS lebih tinggi pada hari Kamis karena data klaim pengangguran tetap sejalan dengan ekonomi yang kuat, sehingga mendukung kenaikan suku bunga Federal Reserve. Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekumpulan enam mata uang utama, naik 0,32% menjadi 96,97 pada 10:40 pagi w...

ANOTHER NEWS
Hong Kong Shares Close Week on Positive Note (Review)
Saturday, 17 November 2018 04:16 WIB Hong Kong stocks finished the week with gains Friday, tracking a positive lead from Wall Street with energy firms supported by an uptick in oil prices. The Hang Seng Index rose 0.31 percent, or 80.19 points, to close at 26,183.53. The benchmark...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.