Minyak WTI Naik Pasca Senat AS Mencapai Kesepakatan Anggaran
Thursday, 17 October 2013 08:57 WIB | UNCATEGORISED |

Bloomberg (17/10) – Minyak mentah West Texas Intermediate naik pasca para pemimpin senat mencapai sebuah kesepakatan untuk menaikkan plafon utang AS dan mengakhiri  shutdown pemerintah.

Kontrak berjangk anik sebesar 1.1% terkait kesepakatan antara pemimpin senat mayoritas Harry Reid dan pemimpin senat minoritas Mitch McConnell akan memperpanjang otorisasi pinjaman AS, yang akan habis selang waktunya besok. Juru bicara DPR AS John Boehner, dari partai Republik mengatakan pada sebuah pernyataan bahwa partainya tidak akan menolak kompromi senat. Kedua rencana DPR tersebut untuk mengadakan voting terkait kesepakatan di hari kemudian. Pertanyaan terbesarnya yang masih ada adalah bagaimana kesepakatan secepatnya dapat menjadi undang-undang.

Minyak WTI untuk pengiriman bulan November naik sebesar $1.08 ke pnyelesaian sebesar $102.29 per barel di New York Mercantile Exchange. Kontrak turun sebesar 1.2% ke level $101.21 kemarin,penyelesaian terendah sejak tanggal 2 Juli kemarin. Volume semua kontrak berjangka ditransaksikan sebesar 25% diatas seratus hari rata-rata pada pukul 4:37 pagi.

Harga naik  pasca American Petroleum Institute melaporakan persediaan naik sebesar 5.94 juta barel minggu lalu. Kontrak pada bulan November naik sebesar 99 sen, atau 1%, ke level $102.20 per barel pada  transaksi elektronik pukul  4:39 pagi. Laporan kontrak sebesar $102.24 sebelumnya dirilis pukul 4:30 pagi. (bgs)

RELATED NEWS

Dow drops 350 points as this week's sell-off accelerates after Trump says China 'broke the deal'
Thursday, 9 May 2019 23:37 WIB

Stocks fell on Thursday, resuming a deep sell-off this week, after President Donald Trump said China "broke the deal" at a rally Wednesday evening, fueling worries the U.S. and China will be unable to hatch a trade agreement before new tariffs go into effect at midnight. The Dow Jones Industrial Av...

AUD/JPY hits lowest since March 28 ahead of Aussie building approvals
Friday, 3 May 2019 07:53 WIB

AUD/JPY is on the slippery floors, having printed a 5.5-week low of 77.94 a few minutes before press time. The currency pair created a bearish lower high at the resistance at 78.76, which is the 61.8% Fibonacci retracement of the rally from 77.54 to 80.72, earlier this week and now appears on track...

Gold market aims for rebound after biggest daily drop in 2 weeks
Monday, 7 January 2019 20:31 WIB

Gold futures traded higher on Monday, after the precious metal booked its worst single-session drop in two weeks Friday, amid signs of economic resilience in the U.S., despite slowing international growth. February gold on Comex gained $7.20, or 0.6%, at $1,293 an ounce, following a 0.7% fall on Fr...

Emas melayang di dekat level terendah 1 tahun jelang pertemuan Trump-Juncker
Wednesday, 25 July 2018 19:44 WIB

Emas berjangka stabil di dekat terendah satu tahun pada Rabu karena penguatan indeks dolar yang mereda jelang pertemuan siang hari antara pejabat tinggi Uni Eropa dan Presiden Donald Trump. Pasar finansial dari saham ke obligasi hingga logam mulia dan mata uang sebagian besar tertekan ketika Presid...

Saham HK berakhir lebih tinggi setelah aksi Selloff lima hari (Review)
Friday, 9 February 2018 04:33 WIB

Bursa Saham Hong Kong berakhir dengan kenaikan pada hari Kamis ini, menghentikan lima hari kerugian yang telah kehilangan sekitar delapan persen dari Indeks Hang Seng, meskipun para pedagang tetap khawatir tentang volatilitas di pasar dunia. Indeks HSI menambahkan 0,42 persen atau 128,07 poin, ditu...

POPULAR NEWS
Monday, 21 October 2019 12:31
Gold Prices Inch Down Despite Brexit Worries
Monday, 21 October 2019 15:47
US futures point to slightly higher open
ANOTHER NEWS
British Parliament Speaker Blocks New Brexit Vote
Tuesday, 22 October 2019 10:34 WIB British Parliament Speaker John Bercow on Monday blocked the House of Commons from holding a new vote on Brexit, the latest setback for Prime Minister Boris Johnson in his effort to have Britain divorce itself from the European Union. British...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.