Saham Asia Turun Pasca Reli Terlamanya
Thursday, 13 February 2014 17:15 WIB | UNCATEGORISED |

Saham Asia melemah pasca indeks acuan Negara tersebut naik untuk hari keenamnya kemarin memangkas kenaikan tertajamnya pada tahun ini.

Saham Asahi Group Holdings Ltd turun sebanyak 4,5 persen di Tokyo setelah perkiraan laba bersih beermaker terbesar kedua di Jepang itu meleset dari perkiraan sebelumnya. Saham Tokyo Tatemono Co turun sebanyak 8,3 persen. Qantas Airways Ltd naik sebanyak 6,3 persen.

Indeks MSCI Asia Pacific tergelincir 0,9 persen ke level 135,15 pada 16:02 sore di Hong Kong, dengan sekitar tujuh saham turun untuk setiap dua saham yang menguat. Indeksr rebound sebanyak 4,8 persen kemarin level terendahnya selama lima bulan pada 4 Februari. Kontrak pada indeks Standard & Poor 500 melemah 0,4 persen hari ini pasca indeks tergelincir kurang dari 0,1 persen kemarin seiring saham Procter & Gamble Co, produsen produk konsumen terbesar di dunia tersebut, memangkas proyeksi dan saham  Amazon.com Inc diturunkan di UBS AG.

Indeks acuan ekuitas Asia-Pacific naik kembali setelah turun sebanyak 4,6 persen pada Januari lalu, awal terburuk sejak 2009, di tengah kekhawatiran pemangkasan stimulus The fed, dan perlambatan ekonomi di China dan volatilitas di pasar berkembang.(yds)

 

Sumber: Bloomberg

 

RELATED NEWS

Dow drops 350 points as this week's sell-off accelerates after Trump says China 'broke the deal'
Thursday, 9 May 2019 23:37 WIB

Stocks fell on Thursday, resuming a deep sell-off this week, after President Donald Trump said China "broke the deal" at a rally Wednesday evening, fueling worries the U.S. and China will be unable to hatch a trade agreement before new tariffs go into effect at midnight. The Dow Jones Industrial Av...

AUD/JPY hits lowest since March 28 ahead of Aussie building approvals
Friday, 3 May 2019 07:53 WIB

AUD/JPY is on the slippery floors, having printed a 5.5-week low of 77.94 a few minutes before press time. The currency pair created a bearish lower high at the resistance at 78.76, which is the 61.8% Fibonacci retracement of the rally from 77.54 to 80.72, earlier this week and now appears on track...

Gold market aims for rebound after biggest daily drop in 2 weeks
Monday, 7 January 2019 20:31 WIB

Gold futures traded higher on Monday, after the precious metal booked its worst single-session drop in two weeks Friday, amid signs of economic resilience in the U.S., despite slowing international growth. February gold on Comex gained $7.20, or 0.6%, at $1,293 an ounce, following a 0.7% fall on Fr...

Emas melayang di dekat level terendah 1 tahun jelang pertemuan Trump-Juncker
Wednesday, 25 July 2018 19:44 WIB

Emas berjangka stabil di dekat terendah satu tahun pada Rabu karena penguatan indeks dolar yang mereda jelang pertemuan siang hari antara pejabat tinggi Uni Eropa dan Presiden Donald Trump. Pasar finansial dari saham ke obligasi hingga logam mulia dan mata uang sebagian besar tertekan ketika Presid...

Saham HK berakhir lebih tinggi setelah aksi Selloff lima hari (Review)
Friday, 9 February 2018 04:33 WIB

Bursa Saham Hong Kong berakhir dengan kenaikan pada hari Kamis ini, menghentikan lima hari kerugian yang telah kehilangan sekitar delapan persen dari Indeks Hang Seng, meskipun para pedagang tetap khawatir tentang volatilitas di pasar dunia. Indeks HSI menambahkan 0,42 persen atau 128,07 poin, ditu...

POPULAR NEWS
Monday, 17 February 2020 08:36
Gold Steadies as Countries Plan Stimulus Measures
Monday, 17 February 2020 12:48
Gold Steadies as Countries Plan Stimulus Measures
Monday, 17 February 2020 09:09
Hong Kong Stocks Fall at Open
ANOTHER NEWS
Dow Opens Lower after Apple Warns of Coronavirus Hit
Tuesday, 18 February 2020 21:48 WIB U.S. stocks opened lower on Tuesday as traders returned from the long holiday weekend to see Apple's statement that it would miss its guidance due to COVID-19, which has kept Chinese workers at home and away from factory floors. The S&P 500...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.