Today Market Review 17-06-2016
Friday, 17 June 2016 15:57 WIB | MARKET REVIEW |

Saham “ saham global rebound dari level terendahnya dalam empat pekan terakhir, komoditas menguat dan pound menguat pasca pembunuhan seorang anggota parlemen U.K. mendorong spekulasi Inggris akan cenderung kurang untuk memilih untuk meninggalkan Uni Eropa. obligasi jatuh seiring permintaan untuk aset haven tidak mengalami peningkatan.

Semua 10 saham sub-industri menguat pada indeks MSCI All Country World, penguatan dipimpin oleh saham keuangan dan produsen-bahan baku. Sterling pimpin kenaikan di antara mata uang anggota G-10 pasca spekulasi peluang 'mengindikasikan kesempatan U.K. akan meninggalkan Uni Eropa berkurang jelang referendum pada 23 Juni mendatang. Mata uang negara-negara pengekspor komoditas menguat seiring minyak mentah AS menhentikan penurunan beruntunnya dalam enam hari terakhir dan emas mengalami reli. Sementara itu, obligasi tenor sepuluh tahun di Jepang dan Inggris turun untuk pertama kalinya dalam lebih dari seminggu.

Kecemasan Brexit cukup menahan permintaan aset berisiko selama sepekan terakhir terakhir atau lebih, menghapus lebih dari $2 triliun dari nilai ekuitas global dan mengirimkan  imbal hasil obligasi ke rekor terendahnya di Inggris, Jerman dan Jepang. Berkampanye untuk referendum itu dihentikan sampai Jumat pasca pembunuhan Jo Cox, anggota DPR yang adalah pendukung Inggris yang tersisa di Uni Eropa.

Keprihatinan atas suara U.K. itu meningkat selama sepekan terakhir oleh jajak pendapat yang menunjukkan warga Inggris lebih menyukai untuk meninggalkan Uni Eropa, hasil referendum yang "sesuai" dengan poling jejak pendapat akan menjadi bencana bagi perekonomian Inggris. Ketua Federal Reserve Janet Yellen mengatakan referendum sebagai faktor dalam keputusan bank sentral AS untuk tetap mempertahankan suku bunga pada hari Rabu lalu. Bank of England (BOE) pada hari Kamis memperingatkan Brexit bisa menggoncangkan pasar global dan ekonomi dunia, sementara kepala bank sentral Thailand mengatakan pada hari Jumat ia mengharapkan volatilitas mata uang meningkat terutama menjelang referendum.

Saham

Indeks Stoxx Europe 600 naik 1,4 persen pukul 08:23 waktu London, indeks FTSE 100 U.K. naik 1 persen.

Indeks MSCI Asia Pacific meningkat 0,6 persen, memangkas kerugian pekan ini sekitar 3 persen. Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,5 persen dan indeks Jepang Topix menguat 0,8 persen, rebound dari level terendah dalam empat bulan terakhir.

Kontrak berjanka Indeks S&P 500 turun 0,1 persen, pasca indeks acuan hentikan penurunan beruntunnya dalam lima hari terakhir kemarin. Data ekonomi yang dirilis pada hari Jumat diperkirakan akan menunjukkan sektor perumahan AS mulai menurun pada Mei pasca melonjak pada bulan sebelumnya.

Mata Uang

Yen naik kurang dari 0,1 persen ke level 104,20 per dolar, pasca sebelumnya melemahnya sebanyak 0,6 persen. Menteri Keuangan Jepang Aso mengatakan kepada wartawan hari Jumat bahwa dia sangat prihatin sepihak pergerakan mata uang, tiba-tiba dan spekulatif, berbicara pasca mata uang melonjak 1,7 persen pada sesi terakhir seiring Bank of Japan memutuskan untuk tetap mempertahankan stimulus moneter di rekor terendahnya. Yen naik ke level 103,55 pada hari Kamis, level terkuat dalam hampir dua tahun terakhir.

Pound menguat 0,5 persen, pasca menghapus penurunan lebih dari 1,3 persen pada sesi lalu menyusul pembunuhan Cox. Pemilih Inggris yang memilih untuk berpisah dengan Uni Eropa merosot ke 38 persen pasca mencapai 44 persen rekor pada hari Kamis, menurut perhitungan Oddschecker berdasarkan kutipan poling '.

Indeks Bloomberg Dollar Spot Index, yang melacak greenback terhadap 10 mata uang utama, tergelincir 0,2 persen pada hari ketiga seiring mata uang Australia, Kanada dan Afrika Selatan naik 0,4 persen atau lebih, berkat kenaikan harga logam dan minyak mentah.

Komoditas

Minyak mentah West Texas Intermediate naik 1,1 persen ke level $46,70 per barel, pengupas penurunan dalam sepekan terakhir yang mencapai 5 persen, penurunan tertajam dalam lebih dari dua bulan terakhir. Tidak perlu untuk Rusia dan Arab Saudi untuk bekerja sama mempengaruhi harga di pasar minyak mentah dan rendahnya harga minyak dapat bertahan selama 10 sampai 15 tahun kedepan, menurut Menteri Minyak Rusia Alexander Novak mengatakan dalam sebuah wawancara televisi Bloomberg.

Tembaga naik 0,8 persen di London, didukung oleh rilis data ekonomi Kamis yang menunjukkan output logam China di Mei turun ke level terendah setidaknya dalam tiga bulan terakhir seiring smelter tengah dilakukan pemeliharaan. Nikel dan seng naik lebih dari 1 persen.

Emas untuk pengiriman segera naik 0,5 persen, pasca jatuh pada hari Kamis untuk pertama kalinya dalam tujuh hari terakhir.

 

berjangka minyak sawit naik sebanyak 1 persen di Kuala Lumpur pasca penurunan dalam sembilan hari terakhir, yang terburuk dalam satu decade terakhir, mendorong permintaan. Jagung berjangka di Chicago naik 0,9 persen, mencatat kenaikan mingguan keenam di tengah kekhawatiran cuaca panas bisa merusak tanaman di AS. (izr)

RELATED NEWS

Hong Kong stocks join global market rebound as trade war fears ease (Review)
Wednesday, 28 March 2018 04:04 WIB

Saham Hong Kong naik pada hari Selasa, bergabung dengan rebound pasar global yang dipicu oleh harapan bahwa perang perdagangan yang merusak antara Amerika Serikat dan China dapat dihindari. Gejolak tiba-tiba datang di tengah laporan pejabat China dan AS sedang sibuk bernegosiasi untuk menghindari p...

Stocks, Commodity, Currencies, Energy Overview Mid Day
Thursday, 22 December 2016 16:10 WIB

Ekuitas Hong Kong pimpin penurunan di bursa Asia, menyusul penurunan tajam AS yang diikuti penurunan harga minyak di tengah kenaikan stok minyak mentah secara tidak terduga. Indeks MSCI Asia-Pacific terkoreksi pasca indeks Dow Jones Industrial Average gagal mencapai level 20.000 ditengah berkurang ...

Ulasan Pasar selama November - Desember 2016
Wednesday, 7 December 2016 16:41 WIB

Badai politik yang dimulai di Inggris dengan hasil referendum pada Juni lalu juga melanda AS pada bulan November dengan kemenangan mengejutkan Donald Trump dalam pemilihan presiden. Fokus investor kini cepat bergeser ke administrasi Trump akan yang tengah berusaha untuk mencapai di Oval Office. Pote...

Penurunan Minyak Pekan ini Cukup Berikan Tekanan pada Bursa Saham Global dan Komoditas
Monday, 26 September 2016 15:34 WIB

Reli saham “ saham global terhenti seiring meningkatnya keraguan para pelaku pasar atas keberhasilan paket stimulus ditengah beragamnya data “ data ekonomi. Saham hentikan reli selama empat hari terakhir karena saham Apple inc. seret indeks S&P 500 ke teritori negatif lebih dalam terkait sp...

Today Market Review 16 “ 6 “ 2016
Thursday, 16 June 2016 17:27 WIB

Saham “ saham  merosot diikuti dengan harga minyak dan industri logam pasca hasil pertemuan bank sentral AS dan Jepang memicu kekhawatiran bahwa ekonomi global tengah kehilangan momentumnya. Yen melonjak tajam pasca Bank of Japan (BOJ) menahan diri dari pelonggaran kebijakan moneter, mendorong ha...

ANOTHER NEWS
Wall Street Opens Lower as Saudi Tensions Add to Concerns
Monday, 15 October 2018 20:52 WIB U.S. stocks dropped at open on Monday as rising tensions between Western powers and Saudi Arabia added to worries over rising borrowing costs and the impact of tariffs following the three indexes™ biggest weekly declines in over seven...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.